Bengkulu – PT Pelindo II menyiapkan lahan seluas 75 hektare untuk pengembangan kawasan industri di wilayah Pulau Baai, Bengkulu. Kawasan tersebut berada di Terminal Area Pelabuhan (TAP) I Pelindo Bengkulu dan saat ini masih menunggu proses kajian pemerintah terkait perubahan status kawasan dalam revisi tata ruang.
General Manager PT Pelindo II Bengkulu Dimas Rizki Kusmayadi mengatakan lokasi kawasan industri berada di bagian belakang area TAP I Pelindo Bengkulu. Pengembangan itu disebut menjadi bagian dari strategi peningkatan aktivitas logistik dan ekonomi di kawasan pelabuhan Pulau Baai.
“Lokasinya berada di TAP satu, di bagian belakang,” kata Dimas, Rabu (13/5/2026).
Menurut dia, pengembangan kawasan industri tersebut dipastikan tidak akan mengganggu aktivitas masyarakat nelayan di sekitar Pulau Baai. Sebab, kawasan permukiman nelayan berada di luar area yang direncanakan menjadi kawasan industri.
“Karena kampung nelayan itu berada di luar kawasan industri,” ujarnya.
Dimas menjelaskan, saat ini Pelindo masih menunggu hasil kajian pemerintah daerah terkait revisi status kawasan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Sebelumnya, kawasan pelabuhan Pulau Baai masuk dalam kategori Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), namun kini tengah diusulkan berubah menjadi Kawasan Industri (KI).
Ia menilai perubahan status tersebut penting agar seluruh proses pengembangan kawasan dapat berjalan sesuai regulasi dan memiliki kepastian hukum dalam pemanfaatan ruang.
“Ini masih dalam proses kajian. Dulu statusnya KEK dan sekarang sedang direvisi menjadi kawasan industri,” katanya.
Selain pengembangan kawasan industri, PT Pelindo II juga akan melakukan perbaikan infrastruktur jalan di kawasan Teluk Sepang untuk mendukung mobilitas masyarakat dan operasional pelabuhan.
Dimas menyebut pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kota Bengkulu terkait pelaksanaan proyek tersebut.
“Untuk sementara jalan akan kita perbaiki, dan kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kota,” ujarnya.
Ia memastikan akses masyarakat tetap dibuka selama proses pengerjaan berlangsung. Pelindo juga menyiapkan sejumlah jalur alternatif agar aktivitas warga tidak terganggu.
“Nanti akan kita koordinasikan aksesnya, bisa lewat arah Padang Serai atau melalui jembatan,” tutupnya.





