Bengkulu Tengah Gelar Inisiatif Pangan Terjangkau, Harga Daging Turun hingga 30 Persen
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah resmi meluncurkan program Inisiatif Pangan Terjangkau (IPT) menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di halaman Kantor Bupati Bengkulu Tengah, Rabu (13/5/2026). (dok:pemkabbenteng)

Bengkulu Tengah Gelar Inisiatif Pangan Terjangkau, Harga Daging Turun hingga 30 Persen

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu TengahPemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah resmi meluncurkan program Inisiatif Pangan Terjangkau (IPT) menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Program yang digagas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) itu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah.

Peluncuran IPT dilakukan langsung Sekretaris Daerah Bengkulu Tengah Tomi Marisi di halaman Kantor Bupati Bengkulu Tengah, Rabu (13/5/2026).

Ratusan warga terlihat memadati lokasi kegiatan sejak pagi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok seperti daging sapi, ayam, beras, minyak goreng, hingga sayuran segar. Sejumlah komoditas dijual dengan potongan harga mencapai 20 hingga 30 persen dibanding harga pasar.

Dalam program tersebut, daging kurban dijual mulai Rp20 ribu per kilogram, sementara minyak goreng dipasarkan sekitar Rp12 ribu per liter.

Tomi Marisi mengatakan program tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Iduladha.

“Ini adalah langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama pada produk pokok agar inflasi tetap terkendali,” ujar Tomi.

Menurut dia, program IPT merupakan lanjutan dari gerakan pangan murah yang sebelumnya digelar saat Idulfitri. Pemerintah daerah, kata dia, ingin memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan hari raya di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok.

Ia menjelaskan, pelaksanaan IPT melibatkan petani lokal, pedagang, hingga Bulog guna memastikan pasokan pangan tetap tersedia dengan kualitas yang terjaga.

“Kami melibatkan petani lokal, pedagang, dan Bulog untuk memastikan pasokan yang cukup dan kualitas barang yang terjamin,” katanya.

Selain pasar murah, kegiatan tersebut juga diisi edukasi pengolahan daging kurban sehat dan tips belanja hemat bagi masyarakat. Program itu melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Pertanian serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Tomi menyebut hasil pengendalian harga di Bengkulu Tengah mulai terlihat dari angka inflasi daerah yang tercatat hanya 0,45 persen pada April 2026, lebih rendah dibanding rata-rata nasional.

Salah seorang warga Karang Tinggi, Siti Rahmah, mengaku terbantu dengan program tersebut karena dapat membeli kebutuhan Iduladha dengan harga lebih ringan.

“Dengan harga yang terjangkau, kami dapat menyiapkan kurban tanpa khawatir dompet kosong,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah berharap program IPT dapat terus dilanjutkan sebagai model pengendalian inflasi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Gambar Gravatar
Wartawan berita daerah yang konsisten mengikuti perkembangan isu regional, kebijakan pemerintah setempat, serta berbagai peristiwa penting di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *