Bengkulu Tengah – Rachmat Riyanto resmi melantik 10 pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, Rabu (13/5/2026). Dalam pelantikan itu, Rachmat menyampaikan peringatan keras kepada pejabat baru agar tidak hanya membawa masalah tanpa solusi saat menjalankan tugas pemerintahan.
Kesepuluh pejabat tersebut sebelumnya mengikuti proses seleksi terbuka dengan tahapan penilaian kompetensi, rekam jejak, hingga kualifikasi jabatan. Pemerintah daerah menyebut para pejabat yang dilantik merupakan kandidat terbaik hasil seleksi.
Dalam arahannya, Rachmat Riyanto menegaskan jabatan publik bukan sekadar posisi kehormatan, melainkan tanggung jawab besar yang penuh tekanan dan tantangan.
“Menjadi pejabat itu, hal pertama yang akan dirasakan adalah sulitnya tugas yang diemban. Barulah kemudian akan ada kepuasan dan kebanggaan,” kata Rachmat di hadapan pejabat dan tamu undangan.
Ia mengingatkan para pejabat harus siap menghadapi kritik dan pengawasan publik yang semakin ketat. Menurutnya, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah kini jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya.
“Para pejabat harus siap menerima kritik, menghadapi tekanan, dan bersiap menghadapi pandangan yang tidak selalu baik,” ujarnya.
Rachmat juga menyoroti perubahan pola hubungan antara pemerintah pusat dan daerah yang kini semakin terintegrasi. Karena itu, seluruh jajaran pemerintah daerah diminta mendukung program nasional dan tidak berjalan sendiri-sendiri di luar kebijakan pusat.
“Kita tidak bisa lagi bertindak sendiri-sendiri atau beroperasi di luar kebijakan pusat,” tegasnya.
Selain meminta loyalitas terhadap program pemerintah, ia juga menuntut pejabat yang baru dilantik membuktikan kualitas melalui kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
“Kalian dipilih karena dianggap yang terbaik. Maka tunjukkan kualitas tersebut melalui kerja nyata dan hasil yang terlihat,” katanya.
Pesan paling keras disampaikan terkait budaya kerja di lingkungan pemerintahan. Rachmat menegaskan dirinya tidak ingin pejabat hanya datang menyampaikan keluhan tanpa menawarkan jalan keluar atas persoalan yang dihadapi.
“Jika datang menghadap saya tetapi hanya membawa keluhan tanpa memberikan solusi, maka bersiaplah untuk kehilangan posisi,” ujar Rachmat.
Ia bahkan berkelakar mengenai beban pekerjaan yang dihadapinya sebagai kepala daerah.
“Perhatikan, rambut saya sudah rontok setengahnya akibat beban pikir ini,” katanya disambut perhatian peserta pelantikan.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kinerja pelayanan publik yang lebih cepat, responsif, dan berorientasi pada hasil bagi masyarakat.





