Lebong – Ketua Jaringan Masyarakat Juru Kalang Topos (JMJKT), Irawan Putra, mendesak Pemerintah Kabupaten Lebong segera menggunakan dana penanganan darurat untuk memperbaiki jalan putus menuju Desa Tik Sirong, Kecamatan Topos, akibat banjir dan longsor.
Jalan penghubung tersebut terputus setelah diterjang banjir dan longsor pada Rabu malam (7/5/2026), sehingga aktivitas masyarakat terganggu, termasuk akses pelajar dan distribusi hasil panen warga.
Irawan menilai kondisi tersebut sudah memenuhi kategori darurat sehingga penanganannya dapat menggunakan Dana Penanganan Mendesak dan Tanggap Darurat (PMTD) atau Belanja Tidak Terduga (BTT), termasuk Dana Siap Pakai (DSP) milik BPBD.
“Kerusakan ini jelas darurat karena jalan terputus dan mengganggu aktivitas masyarakat serta perekonomian warga,” ujar Irawan, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, jalan itu merupakan satu-satunya akses yang digunakan lebih dari 500 warga setiap hari. Selain itu, pelajar SMA dari wilayah sekitar juga mengandalkan jalur tersebut untuk bersekolah di Kecamatan Topos.
Ia menambahkan, kerusakan jalan terjadi di tengah musim panen kopi, sehingga berdampak langsung terhadap distribusi hasil pertanian masyarakat.
“Sekarang musim panen kopi. Hasil panen warga keluar lewat jalan itu, sementara kendaraan bermuatan lebih dari 500 kilogram tidak bisa melewati jembatan darurat yang dibangun warga secara gotong royong,” katanya.
JMJKT juga meminta pemerintah kecamatan dan desa tidak hanya menunggu bantuan datang, tetapi aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun provinsi agar penanganan bisa dipercepat.
Irawan mendorong para kepala desa dan Camat Topos segera menyampaikan laporan resmi kepada Dinas PUPR Kabupaten Lebong terkait mekanisme penggunaan dana darurat tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya pengerahan alat berat untuk membersihkan material longsor yang masih menutupi badan jalan.
“Pemerintah kecamatan dan desa harus jemput bola. Datangi dinas terkait bersama wakil rakyat agar penanganan cepat dilakukan,” tegasnya.





