Bengkulu Selatan Raih UHC Awards 2026 Kategori Pratama, Bukti Komitmen Jaminan Kesehatan Warga
Bupati Bengkulu Selatan Hi. Rifai Tajudin menerima langsung penghargaan tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Didi Ruslan serta Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan M. Erwin Yulezar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. (dok:istimewa)

Bengkulu Selatan Raih UHC Awards 2026 Kategori Pratama, Bukti Komitmen Jaminan Kesehatan Warga

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu SelatanPemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan kembali menorehkan prestasi di bidang kesehatan dengan meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori Pratama. Penghargaan ini menjadi bukti keberhasilan daerah dalam memperluas akses jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang nasional yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Bupati Bengkulu Selatan Hi. Rifai Tajudin menerima langsung penghargaan tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Didi Ruslan serta Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan M. Erwin Yulezar.

Ajang UHC Awards 2026 dihadiri ratusan kepala daerah dari seluruh Indonesia. Sebanyak 31 gubernur serta 397 bupati/wali kota mendapat pengakuan atas capaian partisipasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dinilai telah mencapai kualitas tinggi dan merata di wilayah masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan, Didi Ruslan, mengatakan penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga dukungan masyarakat dalam memperkuat sistem jaminan kesehatan.

“Prestasi ini menggambarkan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin layanan kesehatan untuk semua lapisan masyarakat. Partisipasi JKN kami sudah mencapai target RPJMN 2025–2029 dan sejalan dengan program prioritas nasional di sektor kesehatan,” ujarnya.

Menurut Didi, keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Pemerintah daerah selama ini terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam program JKN sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan agar jaminan kesehatan tetap berjalan optimal.

Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi indikator bahwa Bengkulu Selatan serius menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas pembangunan daerah. Dengan cakupan jaminan kesehatan yang luas, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses pelayanan medis tanpa terkendala biaya.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Selatan Hi. Rifai Tajudin menegaskan penghargaan ini bukan akhir dari upaya pemerintah daerah. Menurutnya, setelah capaian cakupan peserta yang baik, tantangan berikutnya adalah memastikan mutu layanan kesehatan terus meningkat di seluruh fasilitas kesehatan.

“Kami akan terus berusaha untuk memperbaiki kualitas layanan bersama BPJS Kesehatan, agar semua masyarakat mendapat pelayanan kesehatan yang memadai dan merata,” kata Rifai Tajudin.

Pernyataan itu menegaskan komitmen Pemkab Bengkulu Selatan untuk tidak hanya fokus pada jumlah kepesertaan, tetapi juga pada kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai peserta JKN.

Di sisi lain, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan M. Erwin Yulezar memberikan apresiasi atas konsistensi pemerintah daerah dalam mendukung program JKN. Ia menyebut tingkat partisipasi JKN di Bengkulu Selatan bahkan telah melampaui 100 persen, dengan tingkat keaktifan peserta mencapai lebih dari 94,5 persen.

Menurut Erwin, angka tersebut menunjukkan dukungan daerah terhadap program jaminan kesehatan nasional tergolong sangat kuat. Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah faktor teknis yang memengaruhi penilaian, sehingga Bengkulu Selatan tahun ini berada pada kategori Pratama.

“Kami menghargai dukungan penuh pemerintah daerah dalam menjamin kesehatan rakyat. Ini menjadi pondasi penting bagi keberlangsungan program JKN,” ujarnya.

Erwin berharap penghargaan ini dapat menjadi pemacu semangat bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan. Sebab, keberhasilan program JKN, menurutnya, tidak semata diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari mutu layanan serta konsistensi pemerintah daerah dalam penganggaran dan pembayaran iuran.

Dengan raihan UHC Awards 2026 kategori Pratama, Kabupaten Bengkulu Selatan mempertegas posisinya sebagai salah satu daerah yang serius membangun sistem kesehatan inklusif. Ke depan, tantangan utama adalah menjaga capaian kepesertaan tetap tinggi sembari memastikan seluruh warga benar-benar merasakan manfaat pelayanan kesehatan yang cepat, layak, dan merata.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang banyak menyoroti kabar daerah, peristiwa harian, dan isu-isu lokal dengan tetap mengedepankan verifikasi sumber serta ketepatan informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *