Bengkulu – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menerima audiensi Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Provinsi Bengkulu di ruang kerjanya, Lantai III Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (30/3/2026). Pertemuan itu membahas rencana pelaksanaan pesta pembangunan Gereja GKPS se-Provinsi Bengkulu yang dijadwalkan berlangsung pada 12 April mendatang di Air Petai, Kabupaten Seluma.
Dalam audiensi tersebut, BAMAGNAS menyampaikan undangan kepada Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Bengkulu untuk hadir dalam rangkaian kegiatan. Agenda itu mencakup peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja GKPS yang akan dihadiri tokoh-tokoh internal GKPS dari sejumlah provinsi.
Menanggapi hal tersebut, Helmi Hasan menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen menjaga kehidupan masyarakat tetap harmonis di tengah keberagaman agama dan latar belakang sosial.
“Pemerintah Provinsi Bengkulu menyambut baik kegiatan ini. Kita ingin memastikan kehidupan masyarakat tetap rukun dan stabil tanpa adanya tindakan negatif. Setiap agama harus mendapatkan perlakuan yang adil dan proporsional. Kita juga harus menghindari sikap rasisme, karena perbedaan adalah keniscayaan dan kita harus bisa hidup berdampingan,” ujar Helmi Hasan.
Menurut Helmi, dukungan pemerintah terhadap kegiatan lintas keagamaan merupakan bagian dari upaya merawat stabilitas sosial di Bengkulu. Ia menilai semangat saling menghormati dan hidup berdampingan harus terus diperkuat agar kerukunan antarumat beragama tetap terjaga.
Pesta pembangunan Gereja GKPS sendiri menjadi momentum penting bagi jemaat. Kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik rumah ibadah, tetapi juga menjadi ruang mempererat persekutuan, memperkuat iman jemaat, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan gereja.
Dalam tradisi GKPS, pesta pembangunan biasanya dirangkaikan dengan ibadah khusus, peletakan batu pertama, penggalangan dana, hingga ajakan swadaya jemaat melalui semangat marharoan bolon atau gotong royong. Kegiatan itu juga kerap melibatkan pimpinan gereja, pemerintah daerah, hingga warga jemaat dari berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua BAMAGNAS Provinsi Bengkulu Moses Sinaga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu. Ia menilai dukungan kepala daerah terhadap agenda tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap seluruh lapisan masyarakat, khususnya umat beragama di Provinsi Bengkulu.
“Kehadiran Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur tentu menjadi kebahagiaan bagi kami semua. Ini merupakan wujud perhatian dan cinta kepada masyarakat serta umat beragama di Bengkulu,” ungkap Moses.
Rencana kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur dalam pesta pembangunan Gereja GKPS di Air Petai dinilai menjadi pesan kuat bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu membuka ruang yang sama bagi seluruh umat beragama. Langkah itu sekaligus menegaskan komitmen daerah dalam menjaga toleransi, keadilan, dan keharmonisan sosial di Bumi Merah Putih.





