Wali Kota Dedy Wahyudi Tegaskan Penataan Wisata Bengkulu, Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi?
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, saat memimpin gotong royong rutin bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kawasan Pantai Panjang, Jumat (19/9/25).(foto: Awang Konaevi/repoeblik.com)

Harga Pantai Panjang Dibatasi, Wali Kota Bengkulu Awasi Kebersihan Pantai Jelang Lebaran

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

BengkuluHarga Pantai Panjang Dibatasi oleh Pemerintah Kota Bengkulu menjelang lonjakan wisatawan pada libur Idulfitri. Kebijakan ini disertai upaya penataan kawasan wisata, termasuk pembersihan Pantai Panjang agar pengunjung merasakan kenyamanan saat berlibur.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi meninjau langsung progres penataan dan pembersihan kawasan wisata Pantai Panjang. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Kepala BPBD Kota Bengkulu I Made Ardana serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Nina Nurdin.

Saat melakukan lari sore di kawasan pantai, Dedy memantau penggunaan alat berat yang dikerahkan untuk meratakan pasir sekaligus membersihkan tumpukan sampah kayu dan limbah di sepanjang bibir pantai. Upaya ini dilakukan secara intensif agar kondisi kawasan wisata semakin tertata menjelang libur panjang Lebaran.

“Sore ini saya lari di pantai memastikan pantai kita harus terjaga kebersihannya, sehingga nanti pas Lebaran, wisatawan merasa nyaman,” ujar Dedy, Sabtu (7/3/26).

Pengerjaan dengan alat berat difokuskan pada sejumlah titik yang dianggap krusial, salah satunya di kawasan sekitar arah Pasar Bengkulu. Penataan tersebut bertujuan menciptakan hamparan pasir yang lebih luas sehingga pemandangan pantai menjadi lebih terbuka dan menarik bagi wisatawan.

Di sisi lain, pemerintah kota juga menerapkan kebijakan Harga Pantai Panjang Dibatasi untuk menjaga kenyamanan pengunjung dari potensi tarif tidak wajar. Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Dedy Wahyudi saat bertemu para pedagang di kawasan wisata tersebut.

Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku usaha yang mematok harga berlebihan dan berpotensi merusak citra pariwisata Bengkulu.

“Tidak boleh terjadi lagi. Saya sudah wanti-wanti, Kadis Pariwisata dan Kasat Pol PP. Jika masih ada pelaku usaha di kawasan wisata yang menjual dagangan harga gila-gilaan, maka kita sanksi tegas. Tidak boleh lagi berjualan,” tegas Dedy Wahyudi.

Sebagai bagian dari kebijakan Harga Pantai Panjang Dibatasi, pemerintah menetapkan standar harga sejumlah komoditas yang sering dibeli wisatawan. Kelapa muda murni ditetapkan seharga Rp10.000, sedangkan es teh dan air mineral Rp5.000. Untuk tarif parkir, sepeda motor dipatok Rp2.000 dan mobil Rp3.000.

Menurut Dedy, pengaturan harga tersebut memiliki dasar yang jelas karena para pedagang memanfaatkan lahan milik pemerintah tanpa dikenakan biaya sewa. Karena itu, pemerintah memiliki kewenangan untuk memastikan praktik usaha tetap berjalan wajar dan tidak memberatkan pengunjung.

“Kecuali menjual di rumah pribadi, silakan harga selangit. Tapi di sini (Pantai Panjang), kita sedang membangun industri pariwisata yang ramah, aman, dan nyaman,” tambahnya.

Pemerintah kota juga akan memasang baliho dan spanduk besar di sepanjang kawasan pesisir yang memuat daftar harga resmi serta tarif parkir. Di dalamnya turut dicantumkan nomor WhatsApp pengaduan yang terhubung langsung dengan wali kota, Kepala Dinas Pariwisata, dan Kasat Pol PP agar wisatawan dapat melapor jika menemukan pungutan liar atau harga tidak wajar.

Kebijakan Harga Pantai Panjang Dibatasi ini bukan pertama kali diterapkan. Tahun sebelumnya, wali kota juga turun langsung menegur pedagang yang viral karena meminta uang sewa pondok kepada wisatawan dengan nilai dianggap tidak wajar.

“Apa yang Ibu lakukan itu merusak nama Kota Bengkulu, karena Ibu meminta sewa pondok itu. Ibu memangnya bayar jualan di sini? kan tidak. Ibu tidak bayar, kami (pemerintah, red) juga tidak menarik biaya dari Ibu, tapi Ibu menarik biaya dari pengunjung dengan harga segitu. Jangan begitu,” tegas Dedy saat itu.

Ia juga mengingatkan pedagang agar memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan yang datang berkunjung.

“Buat pelayanan yang baik, kasih penjelasan dengan sopan, misalnya dengan kata-kata ‘Bu maaf pondok ini kami yang membangun, jadi kalau tidak belanja minta tolong duduknya sebentar saja’. Begitu lebih sopan. Tolong mengerti, saya serius ini,” pesannya.

Menurut Dedy, upaya menjaga kebersihan pantai sekaligus menerapkan Harga Pantai Panjang Dibatasi diharapkan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisata ke sejumlah destinasi unggulan di Bengkulu, seperti Pantai Panjang, Danau Dendam Tak Sudah, dan Belungguk Point.

“Kalau Bengkulu dikunjungi banyak wisatawan, maka akan terjadi multiplier effect. UMKM akan tumbuh, hotel akan penuh, dan perputaran uang di masyarakat semakin besar,” tutupnya.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *