Waspada! Walikota Bengkulu Larang Mandi di Pantai Panjang, Ini Alasannya
Waspada! Walikota Bengkulu Larang Mandi di Pantai Panjang, Ini Alasannya

Ini Zona yang Diperbolehkan Berdagang di Pantai Panjang, Langgar Aturan? Siap-siap Dibongkar!

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu bergerak cepat menata ulang kawasan wisata Pantai Panjang. Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa pedagang yang melanggar aturan zonasi harus segera membongkar lapak mereka sebelum 30 April 2025, atau bersiap dibongkar paksa oleh Satpol PP!

Penegasan ini menyusul kebijakan penataan kawasan agar Pantai Panjang tampil lebih rapi, bersih, dan menarik bagi wisatawan. Satpol PP pun dikerahkan untuk menertibkan pedagang yang nekat berjualan di zona terlarang.

“Wilayah dari pasir putih sampai AW masih diperbolehkan. Tapi mulai dari AW hingga Hotel Marina harus steril dari pedagang. Tak boleh ada lapak, pondok, apalagi bangunan permanen,” tegas Kabid PPD Satpol PP, Feryzon, Rabu (23/4/2025).

Berikut daftar zonasi kawasan Pantai Panjang yang boleh dan tidak boleh untuk berdagang:

Zona Diperbolehkan untuk Berdagang:

  1. Pasir Putih sampai AW
  2. Hotel Marina sampai Jembatan
  3. Jembatan Depan Bencoolen Mall sampai Taman Bonsai
  4. Setelah melewati DKP hingga Pantai Zakat

Zona yang Dilarang untuk Berdagang:

  1. AW sampai Hotel Marina
  2. Taman Bonsai hingga area jualan ikan asin dan DKP
zonasi kawasan Pantai Panjang yang boleh dan tidak boleh untuk berdagang
zonasi kawasan Pantai Panjang yang boleh dan tidak boleh untuk berdagang / dok Pemkot bkl

Satpol PP akan terus memberikan imbauan sebelum mengambil tindakan tegas sesuai instruksi Walikota.

“Semua ini dilakukan agar pantai kita bagus, jadi tolong sama-sama kita rawatt,” ujar Dedy.

Tak hanya soal zona dagang, sebelumnya Pemkot juga menjelaskan akan memasang penerangan jalan di sepanjang jalur utama pantai yang selama ini minim cahaya. Langkah ini diambil agar pengunjung merasa lebih nyaman dan aman, terutama di malam hari.

“Saat ini masih tahap perencanaan, dan InsyaAllah mulai 20 April akan dipasang lampu jalan,” kata Kadishub Hendri Kurniawan, Jumat (11/4/25).

Dedy bahkan turun langsung menyusuri Pantai Panjang bersama Forkopimda. Dari membersihkan sampah hingga membongkar warung remang-remang, semuanya dilakukan demi wajah baru Pantai Panjang.

“Kita ingin Pantai Panjang jadi destinasi wisata yang nyaman untuk semua, terutama keluarga. Ini wajah kota kita, harus kita jaga bersama,” tutup Dedy.

Dengan komitmen penuh dan penataan menyeluruh, Pantai Panjang siap bersinar. Dari kawasan gelap jadi terang benderang, dari semrawut jadi tertib memikat!

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *