Bengkulu – Pengawasan harga pangan Ramadan Bengkulu terus diperketat oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat selama bulan suci.
Langkah pengendalian harga pangan Ramadan Bengkulu tersebut dilakukan melalui pemantauan rutin di sejumlah pasar besar di Kota Bengkulu sejak awal Ramadan. Setiap hari tim pengawasan Disperindag diterjunkan langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi stok, harga, serta kualitas bahan pangan yang dijual kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kota Bengkulu Alex Periansyah mengatakan pengawasan intensif ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa.
“Kami terus melakukan pengawasan untuk menjamin kestabilan harga pangan. Setiap hari tim turun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada lonjakan harga yang signifikan serta memastikan distribusi berjalan lancar,” ujar Alex saat diwawancara usai mengisi acara podcast di RRI, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, stabilitas harga pangan Ramadan Bengkulu sangat bergantung pada kerja sama antara pemerintah, pedagang, dan distributor. Karena itu pihaknya mengajak seluruh pelaku usaha untuk mematuhi aturan terkait harga serta menjaga kualitas barang yang dijual kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi tersebut penting agar tidak terjadi praktik penimbunan barang maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.
Di sisi lain, upaya pengawasan harga bahan pokok juga sebelumnya dilakukan Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan melalui inspeksi mendadak di Pasar Minggu Kota Bengkulu pada 14 Februari 2026.
Sidak tersebut dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni yang menyatakan bahwa secara umum harga bahan pokok masih dalam kondisi terkendali meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan.
“Kita cek langsung ke Pasar Minggu, memang ada peningkatan pada minyak goreng, cabai, dan daging ayam. Beras relatif stabil, daging sapi normal, sementara bahan pokok lainnya hanya naik sedikit,” ujar Herwan.
Kenaikan tertinggi tercatat pada harga daging ayam yang mencapai Rp45.000 per kilogram. Pemerintah provinsi pun berencana memanggil pemasok dan pedagang ayam untuk mengetahui penyebab lonjakan harga tersebut.
Setelah meninjau pasar, tim juga melakukan pengecekan ke gudang Perum Bulog di KM 9 Kota Bengkulu. Kepala Perwakilan Bulog Bengkulu Dody Syahrial memastikan stok pangan, terutama beras dan daging beku, dalam kondisi aman hingga Idulfitri.
Dengan pengawasan rutin yang dilakukan pemerintah daerah, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun harga pangan Ramadan Bengkulu di pasaran.





