Stok Beras Bengkulu Aman hingga Awal 2026, Bulog Bongkar Masalah Serius Alsintan Petani
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Bengkulu, Dody Syahrial, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/12/25).

Stok Beras Bengkulu Aman hingga Awal 2026, Bulog Bongkar Masalah Serius Petani

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Stok beras Bengkulu dipastikan dalam kondisi aman dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Bengkulu, Dody Syahrial, berdasarkan kondisi riil stok beras yang saat ini dikuasai Bulog, Kamis (18/12/25).

“Secara keseluruhan stok beras di Provinsi Bengkulu dalam kondisi aman. Saat ini kami menguasai sekitar 5.000 ton dan masih akan ada tambahan kurang lebih 8.000 ton dari Lampung dan DKI Jakarta,” kata Dody Syahrial.

Ia menjelaskan, Bulog Kanwil Bengkulu mengelola empat titik entitas gudang yang tersebar di Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, serta wilayah Kaur, Rejang, dan Lebong. Dengan tambahan pasokan yang sedang dalam proses pengiriman, ketahanan stok diperkirakan cukup untuk tiga hingga empat bulan ke depan.

“Termasuk menghadapi Natal dan Tahun Baru 2025 sampai 2026, stok kami siap. Kondisinya seperti tahun-tahun sebelumnya, aman,” ujarnya.

Bukan Harga, Ini Kendala Utama Petani Bengkulu

Dody menegaskan, Provinsi Bengkulu memang bukan daerah sentra pangan utama nasional. Namun, terdapat sejumlah wilayah yang memiliki produksi berlebih dan menjadi fokus kerja sama Bulog.

“Kalau Bengkulu bukan sentra utama, tapi ada wilayah surplus seperti Mukomuko, Bengkulu Selatan, dan kawasan Seginim. Di daerah-daerah itu kami fokus bekerja sama,” jelasnya.

Pada semester pertama 2025, Bulog Bengkulu aktif berkolaborasi dengan dinas pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, serta Gapoktan dan Poktan di tingkat kabupaten. Namun, Dody menilai persoalan petani saat ini bukan lagi soal harga gabah.

“Harga gabah sudah ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram. Tantangan terbesar justru ada pada keterbatasan Alsintan dan sarana pasca panen,” tegas Dody.

Mekanisasi Lemah, Kualitas Beras Terancam

Menurut Dody, sebagian besar petani dan mitra penggilingan padi di Bengkulu masih mengandalkan sistem tradisional. Proses panen masih banyak dilakukan secara manual, sementara pengolahan gabah umumnya menggunakan mesin penggilingan one pass dan metode penjemuran yang sangat bergantung pada cuaca.

“Kalau gabah kering panen tidak segera ditangani, risikonya besar. Bisa rusak, berjamur, dan kualitas berasnya turun, mulai dari warna kusam, mengapur, sampai banyak butir patah,” ungkapnya.

Ia mengakui, di beberapa wilayah sudah ada pengering mekanis atau bed dryer, namun jumlah dan kapasitasnya masih sangat terbatas sehingga belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan petani.

“Peningkatan produksi harus dibarengi peningkatan kualitas. Kalau di hulu sudah didorong, di hilirnya juga harus diperkuat,” kata Dody.

Bulog Klaim Tak Temukan Pungli

Terkait pengadaan beras, Dody menyebutkan Bulog selama ini bekerja sama dengan Poktan, Gapoktan, dan mitra penggilingan yang telah berjalan sesuai ketentuan. Ia menegaskan tidak ada temuan khusus terkait pemasok nakal maupun praktik pungutan liar dan korupsi.

“Selama ini kerja sama kami lakukan sesuai aturan dan disinergikan dengan mitra yang sudah berjalan,” ujarnya.

Optimisme Swasembada Pangan

Bulog Kanwil Bengkulu optimistis target swasembada pangan tetap dapat dicapai melalui sinergi lintas instansi. Koordinasi terus dilakukan bersama pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, dan Badan Pangan Nasional.

“Di sisi hulu perlu dukungan pengairan, pupuk, bibit, dan pestisida. Di sisi hilir, bantuan Alsintan dan sarana pasca panen harus menjadi prioritas,” jelas Dody.

Stok beras Bengkulu, menurut Bulog, akan tetap terjaga apabila dukungan di hulu dan hilir berjalan seimbang. Dengan penguatan mekanisasi dan infrastruktur, Bulog menilai ketahanan pangan Bengkulu dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *