Bengkulu Utara – Wakil Gubernur Bengkulu Mian menegaskan dukungan pemerintah terhadap penguatan peran pesantren dalam mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus mendorong ekonomi daerah saat menghadiri halal bihalal di Pondok Pesantren Salafiyah Darussalam Tegal Rejo, Jumat (10/4/2026).
Dalam suasana Syawal yang penuh kebersamaan, Mian menyoroti kontribusi pesantren tersebut yang dinilai konsisten melahirkan generasi berakhlak sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Pondok Pesantren Salafiyah Darussalam Tegal Rejo telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Kabupaten Bengkulu Utara dan Provinsi Bengkulu, khususnya dalam mencetak SDM yang unggul dan berakhlak,” kata Mian.
Ia menekankan, langkah pesantren yang mulai mengintegrasikan teknologi informasi dalam sistem pembelajaran menjadi nilai strategis di tengah tantangan era digital.
Menurutnya, transformasi itu memperkuat posisi pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan kompetensi modern bagi santri.
Mian juga menggarisbawahi peran pesantren dalam menggerakkan ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Sentuhan kiai di pesantren ini sangat luar biasa. Beberapa bulan lalu telah dideklarasikan sebagai pesantren digital, dan pemberdayaan ekonominya juga berkembang dengan baik,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai menindaklanjuti pengembangan sektor agribisnis di lingkungan pesantren, termasuk melalui program pencetakan sawah.
Mian mengungkapkan, program tersebut merupakan respons atas usulan pihak pesantren dalam kunjungan sebelumnya yang mendorong penguatan sektor pertanian dan peternakan.
“Alhamdulillah, tahun ini sudah dibantu pencetakan sawah dan akan segera dilakukan penanaman perdana,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah provinsi bersama Baznas Provinsi Bengkulu juga menyalurkan bantuan sosial berupa 150 paket sembako dan 1 ton beras kepada masyarakat serta lingkungan pesantren.
Langkah ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah dan pesantren dalam membangun kualitas SDM sekaligus kemandirian ekonomi di daerah.





