Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mulai mempercepat langkah pencapaian Universal Health Coverage (UHC) 2026 dengan mengumpulkan BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu dan jajaran organisasi perangkat daerah dalam forum komunikasi di Balai Kota Merah Putih, Jumat (10/4/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penajaman strategi, menyusul capaian kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Bengkulu yang telah menyentuh 94 persen, tertinggi di Provinsi Bengkulu.
Meski berada di atas rata-rata, Dedy menegaskan masih ada sekitar 6 persen warga yang belum terlindungi dan harus segera diintervensi.
“Secara umum kita sudah di atas rata-rata. Bahkan kita pernah mendapat penghargaan karena capaian di atas 90 persen. Namun ke depan target kita minimal 96 persen,” ujar Dedy dalam forum tersebut.
Ia menekankan, peningkatan cakupan bukan sekadar angka, melainkan memastikan seluruh warga memiliki akses layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan.
Dalam forum itu, pemerintah kota memetakan sejumlah langkah konkret untuk menutup celah kepesertaan yang masih tersisa.
Di antaranya, optimalisasi pemanfaatan pajak rokok sebagai sumber pembiayaan program BPJS Kesehatan, serta pengalihan data masyarakat desil 1 hingga 5 ke dalam skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
Selain itu, Pemkot Bengkulu juga mendorong peran perusahaan besar melalui program tanggung jawab sosial untuk membantu pembiayaan kepesertaan BPJS bagi masyarakat.
Upaya lain yang disiapkan adalah penganggaran bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu agar dapat masuk dalam cakupan jaminan kesehatan nasional.
Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bengkulu Syafrudin Imam Negara bersama jajaran turut mengikuti pembahasan teknis, termasuk sinkronisasi data dan percepatan integrasi peserta.
Pemkot Bengkulu berharap, melalui rangkaian strategi tersebut, target UHC pada 2026 dapat tercapai optimal sehingga tidak ada lagi warga yang terlewat dari perlindungan jaminan kesehatan.





