Bengkulu Tengah – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pondok Kelapa terhenti selama dua hari, sejak Senin hingga Selasa (5/5/2026), sehingga berdampak pada 22 sekolah dan satu posyandu yang selama ini menjadi penerima manfaat.
Penghentian distribusi menu makanan gratis dari SPPG Pasar Pedati itu disebut bukan karena kendala operasional di lapangan, melainkan imbas persoalan yang terjadi di tingkat yayasan mitra Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketua SPPG Pasar Pedati, Evan Fhatoni, menegaskan pihaknya tetap siap menjalankan program, namun terpaksa menghentikan penyaluran sementara waktu.
“Secara internal kami tidak ada masalah. Namun karena adanya persoalan pada yayasan sebagai mitra, distribusi MBG terhenti selama dua hari ini,” ujar Evan, Selasa (5/5/2026).
Akibat kondisi tersebut, ribuan pelajar yang biasanya menerima manfaat program harus kembali membawa bekal dari rumah. Penghentian ini juga berdampak pada layanan gizi di satu posyandu di wilayah tersebut.
Kepala SMK Negeri 2 Bengkulu Tengah, Alpauzi Harianto, membenarkan bahwa pihak sekolah telah menerima pemberitahuan penghentian sementara sejak Minggu (3/5/2026).
“Kami mendapat informasi bahwa program MBG tidak bisa berjalan sementara waktu karena belum ada kepastian dari pihak terkait,” katanya.
Ia menilai program MBG memiliki peran penting, terutama bagi siswa dari wilayah pedalaman yang sangat bergantung pada bantuan makanan tersebut.
“Banyak siswa kami yang sangat terbantu dengan adanya MBG,” ujarnya.
Terhentinya distribusi ini menjadi sorotan karena program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi pelajar.
Pihak penyelenggara berharap persoalan di tingkat yayasan dapat segera diselesaikan agar penyaluran makanan kembali normal dan tidak mengganggu kebutuhan siswa maupun layanan posyandu di Bengkulu Tengah.





