Presiden Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Percepat Investasi, PP Nomor 28 Tahun 2025 Jadi Acuan Utama
Presiden RI Prabowo Subianto (foto: dok biro pers presiden ri)

Prabowo Pastikan MBG Tetap Jalan Meski Ada Efisiensi Anggaran

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memastikan program makan bergizi gratis (MBG) tetap dilanjutkan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang ditempuh pemerintah akibat dampak konflik Timur Tengah. Kepala negara menegaskan penghematan akan dilakukan di sektor lain tanpa menghentikan program yang dinilai strategis bagi pemenuhan gizi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang ditayangkan pada Minggu (22/3/2026). Saat itu, ia ditanya soal keberlanjutan MBG di tengah situasi krisis global, termasuk pertimbangan biaya dan manfaat dari program tersebut.

Prabowo menegaskan program MBG akan tetap dipertahankan karena menyangkut kebutuhan dasar rakyat, terutama anak-anak yang masih menghadapi persoalan stunting. Ia menilai anggaran negara masih cukup untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi. Lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda nggak lihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak ‘umurmu berapa?’ 11 tahun. Badannya anak 4 tahun,” kata Prabowo, seperti dikutip dari detik.

Ia bahkan menegaskan komitmennya secara politik untuk memastikan program itu tetap berjalan. Menurut Prabowo, keberlanjutan MBG merupakan bagian dari taruhan kepemimpinannya dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Saya hakulyakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat,” ujarnya.

Prabowo menolak anggapan bahwa situasi krisis global bisa menjadi alasan untuk menghentikan MBG. Menurut dia, masih banyak pos pengeluaran lain yang bisa ditekan tanpa harus mengorbankan program yang menyasar kebutuhan gizi masyarakat.

“Jadi jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak,” ucapnya.

Dalam penjelasannya, Prabowo juga menyebut program serupa telah diterapkan di lebih dari 100 negara. Indonesia, kata dia, menjadi negara ke-77 yang memulai program tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa skema seperti ini telah menjadi bagian dari kebijakan pembangunan manusia di berbagai negara.

Ia mengungkapkan program MBG juga mendapat perhatian dari lembaga internasional, termasuk Rockefeller Institute dan World Food Programme (WFP) PBB. Berdasarkan kajian yang ia sampaikan, setiap satu dolar yang dibelanjakan untuk program MBG dapat menghasilkan manfaat berlipat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Karena satu dolar di-spend di MBG the return is between 7 and 35, in the long run 35, in the short run 7 dollar, dan ini dari Rockef Institute ya. Ini juga world food program dari PBB,” kata Prabowo.

Menurutnya, program MBG merupakan investasi strategis untuk memperkuat human capital Indonesia. Karena itu, pemerintah memilih tetap menjalankan program sambil melanjutkan langkah penghematan di bidang lain yang dinilai lebih memungkinkan untuk ditekan.

Meski begitu, Prabowo mengakui pelaksanaan MBG di lapangan masih menghadapi berbagai kekurangan. Ia mengatakan pemerintah telah menindak pelanggaran dan menutup lebih dari 1.000 titik layanan yang tidak memenuhi standar.

“Bahwa ada kekurangan ini kita tindak. Saya sudah katakan ada 1.000 lebih yang sudah kita tutup. Iya kan? Tapi you lihat itu dan di banyak daerah di luar Jawa ya mereka tuh sangat membutuhkan,” ujarnya.

Prabowo juga menyinggung masih besarnya ketimpangan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat. Ia menilai MBG menjadi program yang sangat penting, terutama bagi warga di daerah yang selama ini belum sepenuhnya menikmati pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di luar Pulau Jawa.

“The top 10-20% maybe menikmati. Tapi kebanyakan kita sangat susah hidupnya selama ini. Can you imagine begitu bahagianya mereka terima? Kalau anak orang kaya yang di yang di Menteng ya dia nggak perlu ini,” kata Prabowo.

Pemerintah, menurut dia, akan tetap melanjutkan evaluasi dan pengawasan agar pelaksanaan MBG lebih tepat sasaran. Di tengah tekanan anggaran dan situasi global yang tidak menentu, Prabowo menegaskan program tersebut tetap menjadi prioritas karena menyangkut masa depan generasi muda Indonesia.

Gambar Gravatar
Wartawan yang menaruh perhatian pada berita daerah dan nasional, perkembangan lokal, dengan fokus pada penyajian informasi yang faktual, terverifikasi, dan dekat dengan kebutuhan pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *