Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu mematangkan rencana penertiban besar-besaran di kawasan Pasar Panorama setelah aktivitas pedagang di badan jalan dinilai semakin mengganggu ketertiban dan memicu kemacetan.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Polresta Bengkulu, Kodim Kota Bengkulu, Denpom, dan sejumlah organisasi perangkat daerah di ruang kerja Kasatpol PP Kota Bengkulu, Jumat, 7 Mei 2026.
Kasatpol PP Kota Bengkulu Sahat Situmorang menegaskan penertiban akan dilakukan lebih tegas karena berbagai teguran sebelumnya dinilai tidak diindahkan oleh pedagang yang masih berjualan di luar area pasar.
“Kita sepakat bahwa di Pasar Panorama sudah sering diberikan teguran dan penertiban, tetapi sepertinya kurang dipahami pedagang yang melanggar. Jadi kemungkinan besar nanti kita akan bertindak lebih keras, namun tetap mengedepankan kaidah humanis,” kata Sahat.
Ia memastikan pemerintah telah menyiapkan kapasitas penampungan di dalam pasar sebanyak 261 lapak untuk relokasi pedagang yang selama ini berjualan di badan jalan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bengkulu Rozi Ismariandi mengatakan penataan dilakukan demi menciptakan pasar yang lebih tertib, nyaman, dan bersih bagi pedagang maupun pembeli.
Menurutnya, penertiban tidak hanya menyasar pedagang liar, tetapi juga menjadi bagian dari penataan menyeluruh kawasan Pasar Panorama yang selama ini semrawut.
Di sisi lain, persoalan Pasar Panorama sebelumnya juga menjadi perhatian Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi. Ia mendorong percepatan revitalisasi pasar agar seluruh pedagang dapat tertampung di dalam area resmi pasar.
Dedy menilai kondisi pasar saat ini sudah tidak lagi memadai sehingga banyak pedagang memilih berjualan di badan jalan yang akhirnya memicu kemacetan dan menurunkan kenyamanan kawasan.
“Pak Wagub sempat menegur saya soal pedagang di jalan, tapi saya sampaikan di dalam memang sudah penuh. Kami butuh bantuan pusat agar ekonomi masyarakat terakomodir dengan layak,” ujar Dedy.
Keluhan juga datang dari pedagang di dalam pasar. Weti, salah satu pedagang Pasar Panorama, mengaku aktivitas jual beli di dalam pasar semakin sepi karena banyak pedagang tetap berjualan di pinggir jalan.
“Yang kasihan itu pedagang yang bertahan jualan di dalam. Padahal di dalam itu banyak lapak kosong. Kalau pedagang di jalan masuk semua ke dalam, hidup lagi Pasar Panorama,” kata Weti.
Pemkot Bengkulu berharap penataan dan revitalisasi pasar nantinya dapat mengembalikan fungsi jalan, mengurangi kemacetan, sekaligus menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di dalam Pasar Panorama.





