Bengkulu – Polda Bengkulu memastikan distribusi BBM subsidi untuk nelayan Malabero tetap berjalan normal dan tidak ditemukan adanya penyelewengan yang merugikan masyarakat pesisir.
Penegasan itu disampaikan usai audiensi antara jajaran Ditreskrimsus Polda Bengkulu dengan perwakilan nelayan Malabero di Ruangan Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Jumat, 8 Mei 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri Kasubdit Tipidter Kompol Mirza Gunawan, Kapolsek Teluk Segara AKP Noprizal, ketua kelompok nelayan, ketua adat nelayan Malabero, hingga pemilik SPBN Pondok Besi.
Dalam forum itu, para nelayan menyampaikan keresahan mereka terkait pasokan solar subsidi yang sempat terganggu dan berdampak pada aktivitas melaut.
Sebelumnya, nelayan Malabero sempat menggelar aksi demonstrasi dengan membakar ban di Jalan Pariwisata karena kesulitan mendapatkan solar untuk operasional perahu mereka.
Menanggapi persoalan tersebut, Polda Bengkulu menegaskan pengawasan dilakukan semata untuk memastikan distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Kasus ini bermula ketika personel Unit 1 Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu menghentikan satu unit mobil pick up Daihatsu Gran Max di kawasan Jalan Lintas Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara, Kamis, 7 Mei 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat diperiksa, kendaraan tersebut diketahui mengangkut 40 jerigen berisi sekitar 1.400 liter Bio Solar subsidi.
Namun setelah dilakukan pendalaman, polisi menyatakan BBM tersebut tetap diperuntukkan bagi nelayan penerima subsidi dan tidak ditemukan indikasi pengalihan distribusi maupun praktik penyimpangan.
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Ichsan Nur menegaskan pengawasan distribusi BBM subsidi akan terus diperketat agar penyaluran tetap sesuai aturan.
“Pengawasan dilakukan agar distribusi subsidi tetap sesuai aturan dan tepat sasaran. Dari hasil pendalaman, penyaluran kepada nelayan yang berhak tetap berjalan dan tidak ditemukan indikasi penyimpangan,” ujar Ichsan Nur.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi dan tetap menjaga situasi kondusif selama proses pengawasan berlangsung.
“Seluruh distribusi BBM subsidi diawasi agar tidak disalahgunakan dan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan, khususnya nelayan dan petani,” katanya.
Dengan adanya penjelasan tersebut, nelayan berharap distribusi solar subsidi kembali lancar sehingga aktivitas melaut dan perekonomian masyarakat pesisir Malabero dapat kembali normal.





