Palembang – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bertemu Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam kunjungan silaturahmi di Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (24/4/2026), dengan isu penataan angkutan batubara hingga penguatan konektivitas antarwilayah menjadi agenda strategis yang mengemuka.
Pertemuan dua kepala daerah bertetangga itu tak sekadar seremonial, tetapi menyoroti persoalan lintas wilayah yang selama ini menjadi perhatian bersama, terutama terkait angkutan batubara yang kerap berdampak pada infrastruktur jalan dan aktivitas masyarakat.
Salah satu poin utama yang dibahas ialah dorongan pembangunan jalan khusus bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) sebagai solusi jangka panjang untuk menata distribusi batubara dan mengurangi beban jalan umum.
“Kita ingin ada solusi bersama, khususnya terkait angkutan batubara agar lebih tertib dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan,” ujar Helmi Hasan.
Menurut Helmi, pembahasan jalan khusus batubara menjadi bagian dari langkah strategis yang juga tengah dikaji Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama pemangku kepentingan. Sebelumnya, isu tersebut sudah dibahas dalam rapat di Kantor Gubernur Bengkulu sebagai upaya melindungi infrastruktur umum dan meningkatkan keselamatan lalu lintas.
Selain isu pertambangan, Helmi turut memaparkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang telah diterapkan di lingkungan Pemprov Bengkulu. Kebijakan itu disebut menjadi bagian dari efisiensi anggaran, namun tetap menekankan kehadiran aparatur di tengah masyarakat.
“WFA ini kita dorong sebagai langkah efisiensi, namun ASN tetap harus hadir dan bekerja langsung di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Herman Deru menilai sinergi antardaerah penting diperkuat, terutama dalam menangani persoalan yang bersifat lintas batas dan berdampak pada ekonomi kawasan.
“Koordinasi antarprovinsi ini sangat penting, termasuk dalam penguatan konektivitas yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Herman Deru.
Konektivitas antardaerah juga menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut, terutama untuk mendukung distribusi barang, mobilitas masyarakat, dan pengembangan kawasan perbatasan Bengkulu-Sumsel.
Di sisi lain, pembahasan jalan khusus batubara dinilai menjadi titik penting karena selama ini aktivitas angkutan tambang kerap dikaitkan dengan kerusakan jalan, risiko keselamatan, hingga dampak sosial bagi masyarakat di jalur distribusi.
Dengan pertemuan ini, kedua provinsi disebut mulai mendorong pendekatan kolaboratif untuk menyelesaikan persoalan bersama, mulai dari penataan angkutan batubara hingga penguatan konektivitas regional sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di kawasan barat Sumatera.





