Kaur – Kondisi Alun-Alun Kota Bintuhan menjadi sorotan setelah ditemukan tiang lampu penerangan roboh serta kabel instalasi listrik yang terkelupas dan berserakan. Situasi ini dinilai membahayakan pengunjung yang setiap hari memadati kawasan tersebut, Jumat (24/4/2026).
Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Pers Indonesia (APPI) Kabupaten Kaur, Epsan Sumarli atau yang akrab disapa Eep Kinal, menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai fasilitas publik yang menjadi ikon daerah itu terkesan kurang mendapat perhatian dari dinas terkait.

Menurutnya, kondisi tiang lampu dan kabel yang rusak diduga tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan, baik dari segi kualitas bahan maupun pemasangan.
“Terlihat jelas dari lubang tiang, kabelnya sudah tidak ada pembalut atau isolator. Ini sangat rawan dan bisa memakan korban,” tegasnya.
Eep Kinal menambahkan, Alun-Alun Bintuhan merupakan pusat aktivitas masyarakat, mulai dari remaja hingga keluarga. Dengan kondisi kabel terbuka dan tiang roboh, area yang seharusnya aman justru menjadi berbahaya, terutama bagi anak-anak.
Ia pun meminta instansi terkait, khususnya Dinas PUPR Kabupaten Kaur melalui bidang Cipta Karya, segera mengambil langkah perbaikan.
“Jangan tunggu ada kejadian baru bertindak. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, warga sekitar juga berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka menilai sebagai ruang publik utama, alun-alun harus memenuhi standar keamanan dan kenyamanan, terlebih kawasan tersebut tetap ramai dikunjungi pada malam hari.
Salah satu pengunjung yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. “Kami sering ke sini untuk santai, tapi kalau lihat kabel terbuka seperti itu jadi takut, apalagi kalau anak-anak bermain di sekitar situ,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah perbaikan. Masyarakat berharap penanganan segera dilakukan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.





