Bengkulu – Kelanjutan pembangunan Jalan Tol Bengkulu-Lubuklinggau kembali menjadi sorotan setelah proyek lanjutan belum menunjukkan kepastian realisasi pada 2026, meski ruas tersebut sudah kembali masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Harapan percepatan pembangunan Tol Bengkulu-Lubuklinggau yang digadang memperkuat konektivitas Bengkulu-Sumatera Selatan itu untuk sementara masih tertahan, setelah PT Hutama Karya memastikan belum ada pembangunan lanjutan pada tahun ini.
Kepala Regional Sumbagsel PT Hutama Karya Arief Yeri Krisnanto menegaskan belum ada agenda konstruksi baru untuk kelanjutan ruas tol Tol Bengkulu-Lubuklinggau pada 2026.
“Tidak ada pembangunan lanjutan tol Bengkulu pada tahun 2026 ini,” ujar Arief dalam media gathering bersama jurnalis di Bengkulu, Sabtu (18/4/2026).
Ia juga memastikan belum ada perubahan trase dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera untuk jalur Bengkulu menuju Muara Enim.
“Rute tetap menggunakan jalur yang lama,” katanya.
Menurut Arief, salah satu upaya yang dinilai penting agar proyek Tol Bengkulu-Lubuklinggau ini kembali bergerak adalah dorongan politik dan komunikasi lebih kuat dari pemerintah daerah serta wakil daerah di tingkat pusat.
“Bengkulu harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat melalui lobi-lobi eksekutif dan legislatif di tingkat pusat. Mudah-mudahan ada kepastian tahun depan,” ujarnya.
Di tengah belum adanya kejelasan konstruksi, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan pemerintah daerah terus mendorong percepatan proyek Tol Bengkulu-Lubuklinggau, terutama setelah Seksi II dan III kembali masuk PSN melalui Permenko Nomor 16 Tahun 2025.
“Ya, kita sudah berjuang agar kembali masuk program PSN. Sekarang tinggal kita perbanyak berdoa,” ujar Helmi.
Ia mengakui kondisi ekonomi nasional dan gejolak global ikut memengaruhi kelanjutan proyek-proyek infrastruktur, termasuk pembangunan tol Bengkulu-Lubuklinggau.
“Kita tahu bagaimana kondisi dunia dan Indonesia saat ini. Tapi kita yakin pemerintah pusat akan memberikan yang terbaik,” katanya.
Helmi menegaskan Pemprov Bengkulu terus melakukan lobi dan komunikasi intensif dengan kementerian terkait karena proyek tersebut dinilai vital bagi masa depan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Bengkulu.
“Kita terus melobi karena ini sangat penting bagi Bengkulu,” tegasnya.
Jalan Tol Bengkulu-Lubuklinggau selama ini diproyeksikan menjadi jalur strategis yang akan memangkas waktu tempuh, memperlancar distribusi logistik, serta membuka akses ekonomi baru di wilayah barat Sumatera.
Namun dengan belum adanya pembangunan lanjutan tahun ini, proyek tersebut kembali berada dalam fase menunggu keputusan pusat, sementara harapan daerah bertumpu pada lobi politik dan prioritas anggaran nasional tahun depan.





