Geng Motor Bengkulu Meningkat, Jam Malam Pelajar Didukung
Bentrokan antarkelompok remaja berujung pembakaran satu unit sepeda motor di kawasan Jalan KZ Abidin 2 (eks Barata), Kota Bengkulu, pada Jumat malam, 20 Februari 2026. (foto: istimewa)

Dikbud Bengkulu Terapkan Jam Malam Pelajar, Tekan Aksi Gangster Remaja

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

BengkuluPemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) memberlakukan kembali aturan jam malam bagi pelajar menyusul maraknya kekhawatiran warga atas kemunculan kelompok remaja atau “gangster” di sejumlah titik kota.

Kepala Dikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra, menegaskan kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Wali Kota yang mengatur pembatasan aktivitas anak di luar rumah, dengan penekanan pada peran orang tua sebagai pengawas utama.

“Kami sampaikan ada beberapa poin penting, di antaranya larangan keluar malam dan kewajiban pendampingan orang tua,” ujar Ilham, Selasa (5/5).

Dalam ketentuan tersebut, pelajar diwajibkan sudah berada di rumah mulai pukul 18.00 WIB untuk menjalankan aktivitas keagamaan, seperti mengaji atau kegiatan serupa.

Sementara itu, setelah pukul 21.00 WIB, anak-anak dilarang berada di luar rumah tanpa pendampingan orang tua atau pihak sekolah, termasuk dalam kegiatan formal yang berlangsung malam hari.

“Jika ada kegiatan seperti belajar kelompok atau acara sekolah, wajib ada pendampingan melekat dari orang tua atau guru,” tegasnya.

Ilham menjelaskan, pengawasan terhadap pelajar dibagi dalam dua ranah. Selama jam sekolah, tanggung jawab berada di pihak sekolah, namun setelah itu sepenuhnya kembali kepada orang tua.

Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak lengah dalam memantau aktivitas anak, terutama di malam hari yang dinilai rawan memicu kenakalan remaja hingga tindakan kriminal.

“Jangan sampai anak pamit keluar, tapi melakukan hal yang melanggar hukum. Pengawasan orang tua sangat penting,” katanya.

Di sisi lain, langkah ini melengkapi upaya penanganan sebelumnya oleh Satpol PP Kota Bengkulu yang telah meningkatkan patroli malam hingga dini hari untuk merespons beredarnya video dugaan aksi gangster bersenjata tajam.

Dengan kombinasi pengawasan keluarga, sekolah, dan aparat, pemerintah berharap angka kriminalitas jalanan yang melibatkan pelajar dapat ditekan sekaligus mengembalikan fungsi kontrol sosial di lingkungan keluarga.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *