Alaku

KPID Bengkulu Dorong Digitalisasi Pengawasan, SMILED Jadi Instrumen Utama Siaran

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bengkulu mempercepat digitalisasi pengawasan siaran dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) aplikasi SMILED (Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Lembaga Penyiaran) di Universitas Prof. Dr. Hazairin (UNIHAZ), Selasa (7/5).(dok:kpidbengkulu)

Bengkulu – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bengkulu mempercepat digitalisasi pengawasan siaran dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) aplikasi SMILED (Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Lembaga Penyiaran) di Universitas Prof. Dr. Hazairin (UNIHAZ), Selasa (7/5).

Kegiatan ini melibatkan seluruh lembaga penyiaran se-Provinsi Bengkulu sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem monitoring berbasis teknologi yang lebih terintegrasi.

Ketua KPID Bengkulu, Tedi Cahyono, menegaskan bahwa penggunaan SMILED menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan era digital, khususnya dalam menjaga kualitas dan tanggung jawab siaran.

“Melalui Bimtek ini, kami ingin memastikan seluruh lembaga penyiaran mampu mengoperasikan SMILED dengan baik. Ini bukan sekadar aplikasi, tetapi instrumen untuk membangun penyiaran yang sehat dan berkualitas,” ujar Tedi.

Menurutnya, aplikasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat teknis, tetapi juga mendorong transparansi dan akuntabilitas lembaga penyiaran dalam menjalankan program siaran.

Ia menambahkan, SMILED telah terintegrasi dengan sistem e-Penyiaran di Kementerian Komunikasi dan Digital, sehingga memperkuat sinergi antara daerah dan pusat dalam pengawasan.

Sementara itu, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, M Hasrul Hasan, menyebut kehadiran SMILED membuka akses informasi yang lebih luas bagi publik terhadap lembaga penyiaran.

“Publik dapat mengetahui profil, direktori, hingga program siaran setiap lembaga penyiaran. Karena terbuka, kita bisa memastikan kesesuaian program yang disiarkan,” jelasnya.

Selain memberikan akses bagi masyarakat, aplikasi ini juga menjadi basis integrasi data antara KPI dan pemerintah, termasuk dalam proses evaluasi tahunan lembaga penyiaran.

“Data dari SMILED menjadi rujukan utama dalam evaluasi, sehingga pengawasan bisa lebih efektif dan terukur,” kata Hasrul.

Digitalisasi ini diharapkan memperkuat sistem pengawasan siaran di Bengkulu sekaligus mendorong terciptanya konten yang informatif, berkualitas, dan sesuai regulasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan