Demon Fajri Terpilih Aklamasi Pimpin AJI Bengkulu, Fokus Jawab Tantangan Digital
Konferensi Kota (Konferta) ke-4 Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bengkulu menetapkan Demon Fajri sebagai Ketua dan Gilang Tri Wibisono sebagai Sekretaris periode 2026–2029 melalui mekanisme aklamasi, Minggu (3/5/2026). (dok:aji)

Demon Fajri Terpilih Aklamasi Pimpin AJI Bengkulu, Fokus Jawab Tantangan Digital

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Konferensi Kota (Konferta) ke-4 Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bengkulu menetapkan Demon Fajri sebagai Ketua dan Gilang Tri Wibisono sebagai Sekretaris periode 2026–2029 melalui mekanisme aklamasi, Minggu (3/5/2026).

Penetapan tersebut berlangsung dalam forum yang digelar di Hotel Santika Bengkulu, menandai berakhirnya kepengurusan periode 2023–2026 sekaligus dimulainya estafet kepemimpinan baru di organisasi profesi jurnalis tersebut.

Aklamasi yang terjadi mencerminkan tingkat kepercayaan anggota terhadap duet Demon dan Gilang untuk memimpin AJI Bengkulu di tengah dinamika dunia pers yang terus berkembang.

Demon Fajri sebelumnya menjabat sebagai sekretaris pada periode kepengurusan yang dipimpin Yunike Karolina, sementara Gilang Tri Wibisono dikenal sebagai jurnalis Kompas TV.

Dalam sambutannya usai ditetapkan, Demon menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan sekaligus menegaskan komitmennya memperkuat organisasi.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini. Ini amanah besar yang tidak bisa dijalankan sendiri. Saya berharap dukungan seluruh anggota agar AJI Bengkulu semakin baik,” ujarnya.

Ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi jurnalis di era digital, mulai dari derasnya arus informasi hingga meningkatnya risiko penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.

“Perubahan digital sangat cepat. AJI Bengkulu harus hadir menjaga profesionalisme dan kualitas jurnalisme,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris terpilih Gilang Tri Wibisono menyatakan kesiapan mendampingi kepemimpinan organisasi serta mendorong kolaborasi antaranggota.

“Kami ingin AJI Bengkulu menjadi rumah bersama bagi jurnalis yang menjunjung integritas, kompetensi, dan kebebasan pers,” ujarnya.

Konferta ke-4 ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal AJI Indonesia, Bayu Wardhana, yang menekankan pentingnya forum konferensi sebagai bagian dari regenerasi dan demokrasi internal organisasi.

“Konferta adalah ruang penyegaran organisasi. Dari sini lahir kepemimpinan baru untuk menjawab tantangan zaman,” kata Bayu.

Ia juga mengingatkan bahwa jurnalis saat ini menghadapi tekanan yang semakin kompleks, sehingga solidaritas dan peningkatan kualitas karya jurnalistik menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Gambar Gravatar
Wartawan berita daerah yang konsisten mengikuti perkembangan isu regional, kebijakan pemerintah setempat, serta berbagai peristiwa penting di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *