Lubuklinggau – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, SSTP, MSi, memastikan pemerintah daerah akan menanggung biaya pengobatan DA (4), bocah korban penculikan yang kini dirawat intensif di RS AR Bunda Lubuklinggau, Sabtu (2/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Hendri didampingi Ketua TP PKK sekaligus Ketua GOW Rejang Lebong dr. Melka Novera Sari, Sp.N, Plt Direktur RSUD Rejang Lebong Nova Frisca Elianti, M.Kes, serta Ketua Baznas Rejang Lebong H. Ahmad Supani.
Hendri mengatakan, kondisi korban mulai menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani tindakan operasi akibat luka serius yang dialaminya.
“Alhamdulillah, hari ini kami menjenguk ananda DA dan kondisinya sudah mulai membaik. Kehadiran kami untuk memastikan pemerintah hadir dan memberikan perhatian,” ujar Hendri di ruang perawatan.
Ia menegaskan, seluruh biaya pengobatan korban akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong hingga proses perawatan selesai.
“Untuk biaya pengobatan, insya Allah akan di-cover oleh Pemkab Rejang Lebong,” tegasnya.
DA diketahui merupakan warga Kecamatan Sindang Beliti Ilir, yang menjadi korban penculikan pada Senin (27/4/2026). Dalam kejadian itu, korban mengalami luka serius setelah terbentur cor beton saat dibanting pelaku.
Selain memastikan kondisi korban, Hendri juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah membantu proses pengobatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah berkontribusi. Semoga menjadi amal pahala,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di luar rumah maupun di lingkungan sekolah.
“Pengawasan orang tua sangat penting, khususnya bagi anak di bawah umur,” ujarnya.
Sementara itu, orang tua korban, Ra, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Plt Bupati dan jajaran yang sudah peduli dan datang menjenguk anak kami,” ungkapnya.
Saat ini, kondisi korban dilaporkan terus membaik pasca operasi dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.





