Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan, Anurman Huda dalam kegiatan yang digelar di Hotel Nala Sea Side, Kamis (12/3)(foto:anto)
Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan, Anurman Huda dalam kegiatan yang digelar di Hotel Nala Sea Side, Kamis (12/3)(foto:anto)

Program Pesiar Genjot Keaktifan JKN Bengkulu, 300 Ribu Peserta Masih Tidak Aktif

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Upaya meningkatkan keaktifan peserta Program Pesiar JKN terus diperkuat oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama BPJS Kesehatan. Langkah ini dilakukan menyusul masih adanya sekitar 300 ribu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Bengkulu yang status kepesertaannya belum aktif.

Data BPJS Kesehatan menunjukkan cakupan kepesertaan JKN di Provinsi Bengkulu telah mencapai 100 persen atau sebanyak 2.153.765 orang. Namun, tingkat keaktifan peserta baru berada di kisaran 85 persen sehingga masih diperlukan berbagai upaya agar seluruh peserta dapat kembali memanfaatkan layanan kesehatan.

Penguatan Program Pesiar JKN tersebut disosialisasikan dalam kegiatan yang digelar di Hotel Nala Sea Side, Kamis (12/3). Acara ini sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni.

Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan, Anurman Huda, menjelaskan bahwa Program Pesiar merupakan strategi untuk memperluas jangkauan pelayanan JKN hingga ke wilayah pedesaan. Program ini mencakup kegiatan pemetaan data penduduk, penyisiran wilayah, advokasi, serta registrasi kepesertaan.

“Saat ini cakupan kepesertaan JKN di Provinsi Bengkulu sudah mencapai 100 persen dengan jumlah 2.153.765 orang. Namun tingkat keaktifannya baru sekitar 85 persen. Artinya, masih ada sekitar 300 ribu peserta yang statusnya tidak aktif dan perlu diaktifkan kembali,” ujar Anurman.

Menurutnya, melalui Program Pesiar JKN, pemerintah desa diharapkan terlibat aktif dengan menghadirkan agen Pesiar di tingkat desa. Para agen ini bertugas memetakan data penduduk, menyisir wilayah sesuai hasil pemetaan, serta memastikan masyarakat yang berhak mendapatkan layanan JKN benar-benar terdaftar.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan wilayah Bengkulu memiliki total 1.342 desa yang menjadi sasaran pelaksanaan program tersebut. Ia menyebut Program Desa Pesiar telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan akan terus diperluas.

Di sisi lain, Herwan menegaskan bahwa penguatan Program Pesiar JKN sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Program jaminan kesehatan, menurutnya, merupakan salah satu prioritas utama Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu.

Melalui penguatan program tersebut, pemerintah daerah berharap tingkat keaktifan peserta JKN di Bengkulu dapat terus meningkat sehingga seluruh masyarakat benar-benar memperoleh perlindungan layanan kesehatan secara optimal.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *