Seluma – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma H. Munarwan Syaiful membuka Konferensi Kerja PGRI Kabupaten I masa bakti XXIII periode 2025–2030 di Gedung PGRI Kabupaten Seluma, Kamis (11/6/2026). Forum tersebut diharapkan melahirkan program-program strategis dan inovatif untuk menjawab berbagai tantangan dunia pendidikan serta meningkatkan kualitas guru di Kabupaten Seluma.
Konferensi yang mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas” dihadiri Ketua PGRI Provinsi Bengkulu Haryadi, Ketua PGRI Kabupaten Seluma Umarudin, perwakilan Cabang Khusus PGRI SMA/SMK/SLB Kabupaten Seluma, serta perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Seluma.
Dalam sambutannya, Munarwan menegaskan bahwa PGRI memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, pemerintah daerah mendukung penuh berbagai program yang dijalankan organisasi profesi guru tersebut.
“Kami titipkan melalui konferensi ini akan menghasilkan program-program kerja yang inovatif terutama terkait dengan persoalan-persoalan tantangan guru ke depan,” ujar Munarwan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Yoyon Marsuin melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 120 peserta dari berbagai unsur PGRI di Kabupaten Seluma. Menurutnya, konferensi menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan dan program kerja ke depan.
“Tujuan utama konferensi ini adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi serta merumuskan program kerja strategis demi meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Seluma,” kata Yoyon.
Ketua PGRI Provinsi Bengkulu Haryadi menegaskan bahwa konferensi kerja merupakan forum musyawarah yang memiliki peran penting dalam menyatukan visi dan komitmen seluruh anggota organisasi. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi dunia pendidikan.
Menurut Haryadi, konferensi juga berfungsi sebagai sarana penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan sekaligus menyusun program kerja yang akan dijalankan pada periode berikutnya.
“Konferensi juga menjadi sarana untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan dan menyusun program kerja yang akan dilaksanakan pada periode berikutnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui forum tersebut diharapkan seluruh anggota PGRI dapat bertukar gagasan dan mencari solusi bersama terhadap berbagai tantangan yang dihadapi guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
“Konferensi pada dasarnya merupakan forum pertemuan untuk bermusyawarah dan bertukar pendapat guna menyelesaikan berbagai persoalan,” kata Haryadi.
Melalui konferensi kerja ini, PGRI Kabupaten Seluma diharapkan mampu menghasilkan program-program yang relevan dengan kebutuhan guru dan perkembangan pendidikan, sekaligus memperkuat kontribusi organisasi dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas.





