Polemik Pajak Kendaraan, Dialog Belungguk Merah Putih Jadi Ajang "Uji Nyali" Kebijakan Pemprov Bengkulu
Zacky Antony saat memandu Dialog Belungguk Merah Putih, Sabtu malam (23/8/25) di Berendo Kota Bengkulu. (foto: Awang Konaevi/repoeblik.com)

Polemik Pajak Kendaraan, Dialog Belungguk Merah Putih Jadi Ajang “Uji Nyali” Kebijakan Pemprov Bengkulu

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Sabtu malam (23/8/25) di Berendo Kota Bengkulu menjadi panas. Ratusan pasang mata menyaksikan Dialog Belungguk Merah Putih yang kali ini mengupas isu paling hangat, kenaikan pajak kendaraan bermotor. Bukan sekadar diskusi biasa, forum ini menjelma menjadi arena “uji nyali” antara pemerintah, DPRD, akademisi, hingga masyarakat untuk menguji sejauh mana keberanian pemerintah menjawab keresahan publik.

Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber, mulai dari Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan SE, diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Kepala Bapenda H. Hadianto, SE, MM, M.Si, anggota Pansus Pajak DPRD M. Ali Syaftaini, SE, tokoh masyarakat Prof. Dr. H. Zulkarnain Dali, M.Pd, pakar hukum Prof. Dr. Imam Mahdi, SH, MH, hingga pengamat ekonomi Dr. Syaiful Anwar AB, M.Si. Diskusi dipandu oleh Dr. Zacky Antony.

Dialog di Ruang Terbuka, Tak Ada yang Ditutupi

Host yang juga Penanggung Jawab acara, Dr. Zacky Antony, menegaskan mengapa dialog ini digelar di ruang terbuka, bukan di ruang rapat resmi.

“Kalau di ruang tertutup kesannya formal dan hanya kalangan tertentu yang bisa mendengar. Di sini masyarakat bisa ikut nimbrung, bahkan yang tidak hadir bisa menyaksikan lewat live streaming. Semua harus terbuka, tidak boleh ada yang ditutupi,” tegas Zacky.

Ia menyebut, tradisi dialog publik ini harus jadi budaya baru di Bengkulu. “Di Yogyakarta, Mahfud MD sering berdialog di Malioboro. Kalau Bengkulu kan kota pendidikan, budaya dialog terbuka harus kita hidupkan. Setiap ada isu hangat, jangan ditutup-tutupi, diskusikan di ruang publik,” katanya.

Pemerintah Klaim Dukung, UMKM Ikut Hidup

Pj Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, memastikan pemerintah mendukung inisiatif komunitas Belungguk Merah Putih sebagai penyelenggara. Menurutnya, forum ini bukan sekadar tempat curhat, tapi juga punya dampak ekonomi.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, UMKM ikut hidup. Mahasiswa nongkrong, masyarakat datang, ekonomi kreatif bergerak. Pemerintah akan terus mendukung, karena ini bukan hanya soal pajak, tapi juga soal membangun ekosistem dialog yang sehat,” ujar Herwan.

Akan Jadi Agenda Rutin

Rencananya, Dialog Belungguk Merah Putih akan dijadikan agenda rutin. Setiap kali ada isu besar, entah soal pajak, pendidikan, atau kesehatan, pemerintah akan “turun gelanggang” langsung menjawab di depan masyarakat.

Gambar Gravatar
Wartawan berita daerah yang konsisten mengikuti perkembangan isu regional, kebijakan pemerintah setempat, serta berbagai peristiwa penting di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *