Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu berencana mengajukan pinjaman daerah senilai Rp2 triliun ke Bank Jawa Barat (BJB). Rencana ini disebut sebagai langkah percepatan pembangunan infrastruktur serta penguatan sektor kesehatan dan pendidikan di Bumi Merah Putih.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menjelaskan bahwa komunikasi intensif dengan pihak BJB sudah dilakukan. “Kita sudah mempersiapkan dan sudah bertemu langsung dengan Dirut BJB. Selain itu, kita juga sudah dua kali melakukan pertemuan melalui zoom meeting dengan perwakilan BJB,” ungkap Herwan usai menghadiri Dialog Belungguk Merah Putih di Berendo, Kota Bengkulu, Sabtu malam (23/8/25).
Menurutnya, regulasi terbaru memungkinkan daerah mengajukan pinjaman antarbank pemerintah tanpa proses berbelit. Setelah ada kesepakatan dengan BJB, pembahasan akan dilanjutkan bersama DPRD Provinsi Bengkulu dalam penyusunan APBD 2026.
“Rencana (pinjaman, red) Rp2 triliun ini difokuskan untuk program strategis, terutama pembangunan jalan dan jembatan, kesehatan, pendidikan, termasuk pengadaan ambulans gratis,” jelas Herwan.
Ia menambahkan, kebutuhan riil pembangunan di Bengkulu mencapai Rp2,5 triliun. Namun, nilai pinjaman Rp2 triliun dipandang cukup realistis untuk mempercepat target pembangunan.
“Paling lambat 2027 seluruh infrastruktur di Bengkulu kita targetkan selesai. Prinsipnya, pinjaman ini untuk percepatan agar masyarakat segera merasakan manfaatnya,” tegasnya.





