Oknum Pedagang Pantai Panjang Minta Sewa Pondok Tak Wajar, Walikota Bengkulu Turun Tangan
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, saat turun tangan langsung menegur oknum pedagang di lokasi, Sabtu (27/9/25)(foto: Awang Konaevi/repoeblik.com)

Harga Kuliner Pantai Panjang Dibatasi, Pemkot Bengkulu Pasang HET Jelang Lebaran

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

BengkuluHarga kuliner Pantai Panjang menjadi perhatian Pemerintah Kota Bengkulu menjelang lonjakan kunjungan wisatawan saat Idulfitri. Untuk mencegah praktik harga tidak wajar dari pedagang, pemerintah akan memasang papan pengumuman berisi Harga Eceran Tertinggi (HET) di kawasan wisata tersebut.

Langkah pengaturan harga kuliner Pantai Panjang ini dilakukan sebagai upaya menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus memastikan wisatawan tidak terbebani biaya berlebihan ketika berlibur di salah satu destinasi andalan Kota Bengkulu itu.

Kawasan Pantai Panjang diperkirakan akan dipadati wisatawan selama libur Lebaran, terutama karena kondisi pantai yang kini semakin tertata rapi dan bersih. Namun, potensi munculnya pedagang yang mematok harga tinggi tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

Beberapa praktik yang dikhawatirkan antara lain penjualan kelapa muda dengan harga mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per buah, atau es teh yang dijual Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per gelas kepada wisatawan.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa pedagang tidak diperbolehkan menjual makanan dan minuman melebihi harga yang telah disepakati pemerintah.

“Jangan menjual harga di luar ketentuan, karena kemungkinan besar jumlah wisata akan meningkat tajam saat lebaran di Pantai Panjang, oleh karena itu tidak boleh menjual dari harga yang ditentukan, nanti ada HET, harga eceran tertinggi. Kita akan pasang HET di sana (pantai),” jelas Dedy, Minggu (8/3/26) usai menghadiri pelantikan Komisaris Non Independen Bank Bengkulu.

Sebelumnya, pemerintah telah menyampaikan standar harga yang akan diterapkan di kawasan wisata tersebut. Kelapa muda murni disepakati dijual Rp10 ribu per buah, sedangkan kelapa muda yang ditambah gula dan es dipatok Rp15 ribu.

Selain harga kuliner Pantai Panjang, pemerintah juga mengingatkan juru parkir agar tidak menetapkan tarif parkir secara sembarangan di area wisata.

Upaya penataan kawasan wisata ini merupakan bagian dari langkah besar Pemerintah Kota Bengkulu yang dipimpin Wali Kota Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing untuk membenahi Pantai Panjang secara menyeluruh.

“Kalau ingin nama Bengkulu dikenal secara nasional, semua harus dibenahi. Jangan sampai orang datang sekali langsung kapok,” tegas Dedy sebelumnya.

Kebijakan penataan tersebut muncul setelah banyak keluhan wisatawan terkait harga makanan dan minuman yang dinilai terlalu mahal. Dalam beberapa kasus, persoalan harga bahkan memicu konflik antara pedagang dan pengunjung hingga viral di media sosial.

Pemerintah kota juga menyoroti praktik yang dinilai merugikan pengunjung, seperti wisatawan yang hanya ingin duduk di pantai namun dipaksa membeli dagangan pedagang.

“Kasihan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penataan, ratusan lapak pedagang yang tidak sesuai aturan telah dibongkar. Sekitar 400 pedagang akan direlokasi ke zona yang telah disiapkan pemerintah.

Agar pembagian tempat berjualan berjalan adil, pemerintah menerapkan sistem undian untuk menentukan lapak para pedagang.

Selain itu, pemerintah menetapkan dua area berbeda di kawasan wisata, yakni zona dagang dan zona publik. Zona publik disiapkan sebagai ruang terbuka yang bebas dari aktivitas jual beli sehingga pengunjung dapat menikmati pantai tanpa tekanan untuk berbelanja.

Penetapan standar harga kuliner Pantai Panjang nantinya juga akan dibahas melalui musyawarah bersama perangkat daerah dan pelaku usaha agar kebijakan tersebut tetap adil bagi pedagang sekaligus memberi kenyamanan bagi wisatawan.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap citra kawasan wisata tersebut semakin baik sehingga wisatawan yang datang ke Bengkulu tidak hanya berkunjung sekali, tetapi kembali lagi di masa mendatang, terutama saat menikmati kuliner Pantai Panjang.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *