DLH Bengkulu Kembangkan Budidaya Maggot, Sampah Organik Ditarget Cepat Berkurang
budidaya maggot (dok:istimewa)

DLH Bengkulu Kembangkan Budidaya Maggot, Sampah Organik Ditarget Cepat Berkurang

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

BengkuluPemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai menjalankan program budidaya maggot sebagai langkah baru mempercepat penanganan sampah organik di wilayah kota.

Program tersebut dirancang menggunakan konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan sampah organik menjadi bahan budidaya maggot yang nantinya dapat diolah kembali menjadi pakan ternak dan sumber ekonomi masyarakat.

Kepala DLH Kota Bengkulu, Anshar Amin, mengatakan metode penguraian menggunakan maggot dinilai lebih cepat dan efektif dibandingkan sistem pengomposan konvensional.

“Kalau pengomposan biasa membutuhkan waktu berbulan-bulan, maggot mampu mengurai sampah organik hanya dalam hitungan jam. Ini menjadi solusi cepat yang sangat potensial untuk menekan volume sampah di Kota Bengkulu,” ujar Anshar, Senin (18/5).

Menurutnya, program tersebut tidak hanya difokuskan pada pengurangan sampah, tetapi juga diarahkan mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesehatan masyarakat.

DLH merancang pola pengelolaan terpadu di mana sampah organik diolah menjadi maggot, lalu dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele yang memiliki nilai ekonomi dan gizi.

“Ini konsep ekonomi sirkular. Sampah organik diolah menjadi maggot, kemudian maggot menjadi pakan ikan lele. Hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat sekaligus mendukung upaya penanganan stunting melalui konsumsi ikan bergizi,” katanya.

Untuk memperkuat pelaksanaan program, DLH Kota Bengkulu menggandeng akademisi dan komunitas lingkungan dalam proses edukasi kepada masyarakat.

Anshar menyebut keterlibatan berbagai pihak penting agar budidaya maggot tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat.

“Kami sudah berkomunikasi dengan akademisi dan komunitas lingkungan agar program ini tidak hanya berjalan di pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama masyarakat melalui pengabdian dan edukasi langsung,” ujarnya.

Program budidaya maggot tersebut akan mulai disosialisasikan secara masif pada 19 Mei 2026 dengan menyasar tingkat kecamatan, kelurahan, hingga lingkungan RT.

DLH menargetkan kesadaran memilah sampah organik dapat tumbuh menjadi kebiasaan baru masyarakat Kota Bengkulu dalam mendukung pengurangan volume sampah secara berkelanjutan.

“Target kami ke depan, pemilahan sampah bukan lagi sekadar program, tetapi menjadi gaya hidup baru masyarakat Kota Bengkulu. Kalau ini berjalan konsisten, persoalan sampah bisa berkurang signifikan,” tutup Anshar.

Gambar Gravatar
Wartawan berita daerah yang konsisten mengikuti perkembangan isu regional, kebijakan pemerintah setempat, serta berbagai peristiwa penting di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *