Bengkulu – Warga kawasan TPI Pulau Baai, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (16/5/2026) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.
Korban diketahui bernama Jhon Aan Setiawan (30), seorang nelayan yang selama ini tinggal di kawasan TPI Pulau Baai.
Jasad korban ditemukan telungkup sambil memeluk busa di belakang kawasan Evi Tenggiri, Jalan Ir Rustandi Sugianto RT 010 RW 002 Kelurahan Sumber Jaya.
PLH Kapolsek Kampung Melayu IPTU Barsan mengatakan korban pertama kali ditemukan warga yang hendak membuang sampah di sekitar lokasi.
“Saksi melihat korban dalam posisi tengkurap dan tidak bergerak. Setelah dicek, korban sudah meninggal dunia,” ujar IPTU Barsan.
Penemuan itu bermula saat saksi bernama Evi Metriani (30), warga Cahya Negeri, Kabupaten Seluma, datang ke lokasi untuk membuang sampah. Karena merasa curiga melihat seorang pria tergeletak tanpa bergerak, ia kemudian memanggil rekannya, Mastia (51), untuk memastikan kondisi korban.
Tak lama setelah itu, warga mulai berdatangan hingga lokasi dipenuhi masyarakat yang penasaran dengan kejadian tersebut.
Ayah korban, Ali Akbar (72), yang menerima informasi penemuan itu langsung menuju lokasi dan memastikan pria yang ditemukan meninggal tersebut merupakan anaknya.
Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana pendek hitam tanpa memakai baju.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui mengalami gangguan jiwa dan telah tinggal di kawasan TPI Pulau Baai selama kurang lebih 10 tahun terakhir.
Mendapat laporan warga, personel Polsek Kampung Melayu bersama tim SPKT dan Reskrim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga memasang garis polisi, memeriksa sejumlah saksi dan menghubungi Tim Identifikasi Polresta Bengkulu untuk pemeriksaan awal.
Usai proses identifikasi selesai, jenazah korban kemudian dibawa pihak keluarga menggunakan ambulans ke rumah duka di Jalan Flamboyan 8 Nomor 86 RT 013 RW 004 Kelurahan Kebun Kenanga, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu untuk dimakamkan.





