Alaku

Dedy Wahyudi Sesalkan Vandalisme Fasilitas Umum, Ajak Warga Jaga Aset Kota Bengkulu

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Gedung Pondopo Merah Putih, Rabu (1/4/2026).(dok:Pemkotbkl)

Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyesalkan masih terjadinya aksi vandalisme terhadap fasilitas umum di Kota Bengkulu, mulai dari pembakaran tong sampah di kawasan pantai hingga pencurian komponen taman di kawasan Kampung Cina. Ia mengajak seluruh masyarakat menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota agar berbagai fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga bersama.

Pesan tersebut disampaikan Dedy saat menghadiri Pertemuan Lintas Agama dalam rangka mempercepat terwujudnya program Kota Bengkulu Bersinar (Bersih dari Narkoba) di Ruang Hidayah I Kantor Wali Kota Bengkulu, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Yeni Puspita, Ketua DPRD Kota Bengkulu Herimanto, Kepala BNN Kota Bengkulu, Ketua FKUB Kota Yulkamra, Kepala Kesbangpol Saipul Apandi, para tokoh agama, serta sejumlah tamu undangan.

Selain mengajak seluruh elemen masyarakat memerangi penyalahgunaan narkoba, Dedy juga menyoroti pentingnya menjaga lingkungan dan aset publik yang telah disediakan pemerintah. Menurutnya, kebiasaan merusak fasilitas umum harus dihentikan karena merugikan masyarakat secara luas.

“Mari bersama-sama kita pupuk rasa memiliki (sense of belonging) terhadap kota ini. Kebiasaan-kebiasaan buruk masa lalu harus kita tinggalkan demi kemajuan Bengkulu,” ujar Dedy.

Dalam kesempatan yang sama, Dedy mengungkapkan tingginya angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Kota Bengkulu yang mencapai sekitar 1,3 persen dari total penduduk atau diperkirakan sekitar 4.000 orang dari sekitar 409.900 jiwa.

Ia mengaku sempat meminta Kepala BNN Kota Bengkulu mencanangkan satu kelurahan yang benar-benar bebas narkoba. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan penyalahgunaan narkoba telah menyebar luas, bahkan banyak melibatkan kelompok usia produktif seperti pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa.

Menurut Dedy, ancaman tersebut kini juga diperparah dengan maraknya penyalahgunaan lem Aibon untuk mendapatkan efek halusinasi serta munculnya fenomena geng motor bersenjata tajam yang berkoordinasi melalui media sosial. Karena itu, ia menilai peran keluarga menjadi benteng utama dalam mencegah anak-anak terjerumus ke dalam perilaku menyimpang.

Untuk memperkuat upaya pencegahan, Dedy meminta para ustaz, pendeta, serta pemuka agama Hindu dan Buddha menyampaikan pesan antinarkoba secara berkelanjutan dalam setiap khotbah dan kegiatan keagamaan. Pemerintah Kota Bengkulu juga telah memperkuat langkah hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Prekursor, serta Zat Adiktif Lainnya, yang didukung pembentukan Tim Terpadu P4GN dan Relawan Anti-Narkoba hingga tingkat kelurahan.

Di sela agenda tersebut, Dedy juga tampak menjalankan aktivitas pemerintahan seperti biasa. Wali Kota Bengkulu itu dilaporkan dalam kondisi sehat dan tetap memimpin berbagai agenda resmi, menghadiri kegiatan masyarakat, serta menjalankan rapat kerja bersama jajaran pemerintah kota. Kehadirannya sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang sempat berkembang mengenai kondisi dirinya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan