Pemkot Bengkulu Targetkan 100 Rumah Tak Layak Huni Direhab Tahun Depan

Bengkulu — Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menargetkan sedikitnya 100 rumah tidak layak huni (RTLH) direhabilitasi pada 2027. Target itu meningkat dari program bedah rumah 2026 yang tahun ini menyasar 58 unit rumah di delapan kecamatan.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan target tersebut saat menghadiri peletakan batu pertama program perbaikan RTLH di rumah Maisah dan Budi Irwansyah, warga Jalan Arrahman II RT 17 RW 4, Kelurahan Rawa Makmur, 25 September 2026.
Dedy mengatakan peningkatan jumlah penerima bantuan menjadi bagian dari upaya pemerintah bersama DPRD Kota Bengkulu agar semakin banyak warga yang tinggal di rumah tidak layak memperoleh bantuan.
“Saya sudah diskusi dengan teman-teman dewan (DPRD), tahun depan target kita minimal 100 unit rumah yang akan kita rehab,” kata Dedy.
Pada pelaksanaan 2026, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Bengkulu mencatat terdapat 58 rumah yang menjadi sasaran program bedah rumah. Bantuan untuk setiap rumah mencapai Rp20 juta.
Kepala Dinas Perkim Kota Bengkulu Toni Harisman merinci bantuan tersebut terdiri atas Rp17,5 juta untuk material pembangunan dan Rp2,5 juta untuk upah pekerja.
Menurut Toni, program itu merupakan hasil sinergi Pemkot Bengkulu dengan DPRD Kota Bengkulu untuk membantu masyarakat yang masih menempati hunian dengan kondisi tidak layak.
“Program bedah rumah ini merupakan program Wali Kota bersama DPRD Kota. Insya Allah ini akan berlanjut,” ujar Toni.
Dedy juga meminta jajaran kelurahan tidak pasif dalam mendata warga yang membutuhkan bantuan. Para lurah diminta menyampaikan kondisi rumah warga kepada pemerintah dan DPRD sehingga persoalan RTLH dapat ditangani secara bertahap.
“Ke depan di Kota Bengkulu ini kita ingin memastikan tidak ada lagi warga yang rumahnya tidak layak huni. Lurah tolong pastikan dan sampaikan kepada Wali Kota dan DPRD kalau ada warganya yang masih tinggal di rumah yang tidak layak huni,” tegasnya.
Ia menekankan pemerintah harus memastikan warga yang membutuhkan tidak terlewat dari perhatian dan program bantuan.
“Jangan sampai ada anak yatim meneteskan air mata karena tidak mendapatkan perhatian pemerintah. Jangan sampai ada warga miskin yang kelaparan karena tidak mendapat perhatian pemerintah,” ujarnya.
Program bedah rumah 2026 tersebut ditandai dengan ground breaking di rumah Maisah dan Budi Irwansyah. Dedy secara simbolis meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya proses perbaikan rumah penerima manfaat.
Dalam kegiatan itu turut hadir anggota DPRD Kota Bengkulu Dediyanto, para Asisten dan Staf Ahli Wali Kota, Kepala Dinas Perkim Toni Harisman, perwakilan Baznas Kota Bengkulu, camat, lurah, serta jajaran terkait.
Setelah prosesi peletakan batu pertama, Baznas Kota Bengkulu juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga secara simbolis.
Bagi Budi Irwansyah, program tersebut menjadi kabar baik bagi keluarganya. Ia bersyukur rumah yang selama ini ditempati segera diperbaiki sehingga lebih layak dan nyaman.
“Alhamdulillah, kami dapat bantuan bedah rumah. Terima kasih Pak Wali Kota, DPRD, Pak Camat dan Pak Lurah. Akhirnya sebentar lagi kami bisa mempunyai rumah yang lebih layak,” kata Budi.
Ia berharap program tersebut terus berjalan sehingga warga yang belum memperoleh bantuan pada 2026 dapat menjadi penerima pada tahun berikutnya.
“Semoga program ini terus berlanjut agar warga yang tahun ini belum mendapat bantuan bedah rumah juga bisa mendapatkan bantuan di tahun berikutnya,” ujarnya.







