Bengkulu – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menerima audiensi Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bengkulu, Hariyadi, bersama jajaran pengurus di ruang kerjanya, Senin (11/8). Pertemuan ini membahas persiapan Puncak Hari Guru Nasional di Kabupaten Kepahiang, sekaligus menyampaikan aspirasi guru dan tenaga kependidikan di daerah.
Hariyadi menyampaikan sejumlah kendala, di antaranya sistem e-presensi yang dinilai perlu penyesuaian agar tidak menghambat hak guru, termasuk kenaikan pangkat bagi guru dan staf tata usaha. Ia juga menyoroti aturan penggunaan seragam PGRI, keterbatasan dana operasional untuk kegiatan ekstrakurikuler, serta kejelasan mekanisme terkait database guru R3 dan R4.
Menanggapi hal itu, Gubernur Helmi menyampaikan apresiasi atas masukan PGRI dan menegaskan bahwa setiap kebijakan harus mempertimbangkan aspirasi semua pihak. “Terkait kepegawaian, sudah kita usulkan dan saya sudah tanda tangani, kini tinggal menunggu kebijakan dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Ia memastikan Pemprov Bengkulu akan menindaklanjuti permasalahan yang ada, termasuk penyesuaian sistem absen. Helmi juga menekankan pentingnya lomba-lomba untuk mengukur kemampuan siswa dan guru, serta mendorong sekolah memanfaatkan dukungan Baznas atau APBD untuk kegiatan ekstrakurikuler, study tour, dan perpisahan sekolah.
“Kepala sekolah harus punya rasa memiliki dan peduli. Tidak boleh ada praktik sogok menyogok untuk jabatan. Kita ingin kepala sekolah yang benar-benar mau membangun sekolah dan memberi solusi,” tegasnya.





