Taman Remaja Bengkulu Disiapkan Jadi Destinasi Wisata, Pemprov Usulkan Anggaran Rp60 Miliar

Bengkulu — Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai menyiapkan revitalisasi kawasan Taman Remaja di Kota Bengkulu. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai ruang publik tersebut diproyeksikan dikembangkan menjadi area wisata sekaligus ruang terbuka yang lebih representatif.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu saat ini menyiapkan tahapan awal sebelum mengusulkan pembangunan kepada pemerintah pusat. Dukungan pendanaan yang akan diajukan melalui APBN diperkirakan mencapai Rp60 miliar.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso mengatakan, pekerjaan awal pada 2026 difokuskan pada pembersihan kawasan. Area tersebut nantinya disiapkan untuk pembangunan sejumlah fasilitas, termasuk jogging track dan area parkir.
“Tahun ini kami akan mulai melakukan pekerjaan awal berupa pembersihan kawasan yang nantinya akan dimanfaatkan untuk pembangunan jogging track dan area parkir,” ujar Tejo, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Tejo, pekerjaan awal tersebut menjadi bagian dari persiapan agar kawasan Taman Remaja memenuhi kebutuhan teknis sebelum proposal revitalisasi disampaikan kepada pemerintah pusat.
Setelah persiapan rampung, Pemprov Bengkulu akan mengajukan proposal pembangunan kepada kementerian terkait. Anggaran sekitar Rp60 miliar disiapkan sebagai nilai usulan untuk merevitalisasi kawasan tersebut.
“Setelah tahapan awal rampung, kawasan Taman Remaja akan kami usulkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan anggaran melalui APBN. Nilai usulan yang disiapkan mencapai sekitar Rp60 miliar untuk mendukung revitalisasi kawasan ini,” kata Tejo.
Pengembangan Taman Remaja menjadi bagian dari penataan kawasan wisata dan ruang publik di Kota Bengkulu. Pemerintah daerah menargetkan kawasan tersebut nantinya memiliki fasilitas yang lebih tertata dan dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus menarik wisatawan.
Selain Taman Remaja, Pemprov Bengkulu juga membuka rencana revitalisasi kawasan Masjid Jamik Kota Bengkulu. Namun, berbeda dengan Taman Remaja yang sudah memasuki tahap persiapan, rencana di Masjid Jamik masih berada dalam tahap kajian.
Pemprov perlu berkoordinasi dengan pengurus masjid dan pihak terkait untuk menentukan konsep penataan yang sesuai. Aspek sejarah dan keaslian bangunan menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan rencana tersebut.
“Untuk Masjid Jamik masih dalam tahap kajian. Kami perlu berkoordinasi dengan pengurus masjid dan berbagai pihak terkait untuk membahas konsep revitalisasi yang tepat, sehingga nilai sejarah dan keaslian bangunan tetap terjaga,” jelas Tejo.
Penataan kedua kawasan itu diarahkan untuk berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata dan pelestarian cagar budaya. Pemerintah berharap peningkatan kualitas infrastruktur dapat membuat ruang publik lebih nyaman sekaligus membuka peluang aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
“Melalui berbagai program revitalisasi ini, kami berharap kualitas infrastruktur pariwisata dan pelestarian cagar budaya di Bengkulu semakin baik. Selain itu, kawasan yang ditata nantinya dapat menjadi ruang publik yang nyaman dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan,” tutur Tejo. (ADV)







