Alaku
Alaku

Tujuh SMA dan SMK di Bengkulu Direvitalisasi, Enggano Dapat Anggaran hingga Rp3 Miliar

Tujuh SMA dan SMK di Bengkulu Direvitalisasi, Enggano Dapat Anggaran hingga Rp3 Miliar

Bengkulu — Pemerintah Provinsi Bengkulu menyiapkan program revitalisasi tujuh sekolah tingkat SMA dan SMK pada 2026. Perbaikan menyasar sekolah di sejumlah kabupaten dan kota, termasuk Pulau Enggano yang mendapat perhatian khusus karena kebutuhan fasilitas pendidikan di wilayah kepulauan tersebut.

Program ini dijalankan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuh sekolah yang masuk program tersebar di Kota Bengkulu, Rejang Lebong, Kaur, Mukomuko, Kepahiang, Bengkulu Utara, dan Pulau Enggano.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso mengatakan Enggano menjadi salah satu prioritas karena adanya komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.

“Enggano menjadi salah satu prioritas karena pada tahun lalu Gubernur Bengkulu telah melakukan kunjungan ke sana dan menyampaikan komitmen untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut,” kata Tejo, Jumat (3/7).

Revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan utama sekolah. Pekerjaan dapat mencakup rehabilitasi sarana dan prasarana, pembangunan atau penambahan ruang guru, hingga penyediaan mess bagi guru untuk menunjang proses belajar mengajar.

Dari sisi anggaran, sekolah di Pulau Enggano mendapat alokasi sekitar Rp2,5 miliar hingga Rp3 miliar. Sementara sekolah di kabupaten dan kota lainnya masing-masing mendapat anggaran sekitar Rp2 miliar.

“Anggaran untuk di Enggano sekitar dua setengah sampai tiga miliar, sedangkan untuk kabupaten dan kota lainnya kita anggarkan sekitar dua miliar,” ujar Tejo.

Untuk Kota Bengkulu, salah satu sekolah yang masuk program revitalisasi adalah SMA IT. Sekolah tersebut merupakan salah satu pemenang lomba yang diselenggarakan oleh Gubernur Bengkulu.

Tejo menjelaskan, penentuan sekolah penerima program tidak dilakukan secara sembarangan. Sekolah yang mengajukan proposal akan terlebih dahulu dievaluasi dengan melihat kondisi bangunan dan tingkat kebutuhan fasilitas.

“Sekolah yang mengajukan proposal akan dikaji terlebih dahulu untuk melihat tingkat kebutuhan, sehingga program revitalisasi benar-benar menyasar sekolah yang paling membutuhkan,” katanya.

Selain perbaikan fisik sekolah pada 2026, Pemprov Bengkulu juga menyiapkan program lanjutan pada 2027. Fasilitas penunjang seperti toilet siswa dan guru serta tempat ibadah akan menjadi bagian dari sasaran perbaikan.

Namun, pelaksanaannya dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

“Perbaikan fasilitas penunjang seperti toilet dan tempat ibadah juga menjadi perhatian sesuai arahan Gubernur. Ini tahun depan akan mulai kita programkan, namun pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia,” tutur Tejo. (ADV)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan