Bengkulu – Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny P.L Tobing menginstruksikan tim gabungan untuk terus melanjutkan pencarian nelayan yang tenggelam di Pantai Muara Jenggalu, Pasir Putih, hingga korban benar-benar ditemukan. Instruksi itu disampaikan langsung Ronny saat memimpin rapat kecil di posko pencarian korban tenggelam di kawasan Jenggalu.
Rapat koordinasi darurat tersebut dihadiri Asisten III Setda Kota Bengkulu Tony Elfian, Kepala BPBD Kota Bengkulu I Made Ardana, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Yuliansyah, serta Plt Kepala Dinas Sosial Abriadi. Dalam rapat itu, Ronny menegaskan seluruh unsur harus tetap solid dan fokus pada upaya pencarian.
“Kita cari sampai ketemu karena ini warga kita. Saya berharap seperti itu. Jadi saya mohon bantuan kerjasamanya dengan bapak-bapak. Intinya saya membackup ini full. Ini kita sudah dikasih tempat dan posko di sini, kita sama-sama mencari,” kata Ronny.
Korban diketahui bernama Sapril alias Ujang Sidik (53), warga Kota Bengkulu. Ia dilaporkan tenggelam saat mencari ikan menggunakan sampan bersama rekannya, Beri (62), di perairan Pantai Muara Jenggalu pada Minggu sore (5/4/2026).
Dalam insiden tersebut, Beri berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian. Sementara Sapril hilang setelah diduga terhempas ke laut ketika sampan yang mereka gunakan oleng akibat ombak besar dan angin kencang.
Kepala BPBD Kota Bengkulu I Made Ardana sebelumnya menyebut operasi pencarian langsung dilakukan setelah laporan diterima sekitar pukul 16.00 WIB. Ronny disebut langsung menghubungi jajaran BPBD dan memerintahkan agar tim segera turun ke lokasi untuk melakukan penyisiran.
“Sekitar pukul 16.00 WIB, Pak Wakil Wali Kota langsung menghubungi saya dan memerintahkan untuk segera menuju lokasi. Kami langsung berkoordinasi dengan Damkar dan Tagana, kemudian bergerak ke TKP. Pak Wakil juga langsung memimpin pencarian di lapangan,” ujar I Made.
Dalam operasi pencarian, tim gabungan mengerahkan satu unit perahu karet milik Basarnas dan satu perahu fiber milik BPBD. Penyisiran dilakukan hingga menjelang magrib, namun korban belum ditemukan.
Karena cuaca sempat memburuk, pencarian sempat dihentikan sementara selama sekitar satu jam. Setelah itu, operasi kembali dilanjutkan dan posko penyelamatan resmi didirikan di kawasan Jenggalu untuk memusatkan koordinasi lapangan.
“Atas arahan Pak Wakil, kami juga mendirikan posko penyelamatan di Jenggalu. Di posko ini bergabung BPBD, Damkar, Basarnas, serta masyarakat setempat. Pemantauan dan pencarian terus dilakukan hingga pukul 22.00 WIB,” kata I Made.
Memasuki hari kedua, pencarian kembali diperkuat sejak Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Dua perahu kembali diturunkan, masing-masing dari BPBD dan Damkar, untuk menyisir area di sekitar titik korban diduga tenggelam.
Di posko pencarian, keluarga korban juga ikut memantau perkembangan operasi. Kakak kandung korban, Farida, warga Kelurahan Timur Indah, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan tim gabungan yang terus berupaya mencari adiknya.
“Terima kasih pak wawali dan bapak-bapak sekalian sudah berusaha melakukan pencarian. Jujur kami sudah mengikhlaskan namun kami sangat berharap bisa ditemukan bagaimana pun kondisinya nanti,” ujar Farida.
Sebelumnya, insiden ini sempat dilaporkan sebagai peristiwa dua orang tenggelam di Pantai Pasir Putih. Namun setelah pendataan lanjutan, diketahui keduanya merupakan nelayan yang mengalami kecelakaan saat sampan mereka diterjang cuaca buruk saat melaut.
Hingga Senin pagi, Sapril alias Ujang Sidik masih belum ditemukan. BPBD memastikan pencarian terus dilanjutkan bersama Basarnas, Damkar, Tagana, dan warga setempat sesuai instruksi langsung Wakil Wali Kota Bengkulu.





