Bengkulu – Hujan deras yang mengguyur Kota Bengkulu sejak Minggu sore (5/4/2026) hingga malam memicu banjir di sejumlah wilayah dan memaksa petugas turun melakukan evakuasi warga. Salah satu yang menjadi perhatian adalah evakuasi seorang warga di Perumahan Pondok Indah, Kelurahan Tebeng, yang baru saja menjalani amputasi kaki dan terjebak genangan.
Evakuasi dilakukan oleh personel Satpol PP Kota Bengkulu yang dipimpin langsung Kepala Satpol PP, Sahat Marulitua Situmorang. Warga tersebut diketahui tinggal di Jalan Merapi 12, Perumahan Pondok Indah Blok A04 RT 04, Kelurahan Tebeng, salah satu kawasan yang terdampak banjir sejak Senin dini hari.
Selain di lokasi itu, banjir juga dilaporkan merendam sejumlah titik lain di Kota Bengkulu. Genangan terjadi di Kelurahan Tanjung Agung, Kelurahan Sawah Lebar, Kelurahan Rawa Makmur, serta beberapa kawasan permukiman lain yang tersebar di berbagai kecamatan.
Sahat mengatakan pihaknya menerima banyak laporan darurat dari masyarakat melalui pesan WhatsApp sepanjang malam. Laporan tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti bersama OPD terkait yang turun ke lapangan untuk membantu proses penanganan.
Beberapa titik yang dilaporkan terdampak antara lain Jalan Cempaka di Kelurahan Kebun Beler, RT 27 Jalan Merapi Ujung Kelurahan Panorama, serta Jalan Merawan di Sawah Lebar yang meliputi RT 25, RT 26, RT 24, RT 29, dan RT 30. Satpol PP bersama unsur lain juga bergerak membantu warga yang terkepung air di lokasi-lokasi tersebut.
Tak hanya banjir, petugas juga menerima informasi adanya pohon tumbang di Kelurahan Jalan Gedang. Insiden itu sempat memicu kemacetan lalu lintas dan dilaporkan menyebabkan kecelakaan di sekitar lokasi.
Pemerintah Kota Bengkulu mengimbau masyarakat segera memanfaatkan layanan darurat jika menghadapi kondisi yang membahayakan. Layanan call center 112 disebut tetap siaga selama 24 jam dan dapat diakses bebas pulsa untuk penanganan kedaruratan.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu juga bergerak cepat membuka tiga dapur umum untuk mendukung kebutuhan warga terdampak banjir. Langkah ini diambil di tengah meluasnya genangan dan masih berlangsungnya pendataan jumlah korban terdampak.
Kepala BPBD Kota Bengkulu, I Made Ardana, mengatakan dapur umum didirikan di tiga titik strategis. “Ada tiga titik, yakni di Perumahan Korpri, Perumahan Ejuka, dan di Kelurahan Rawa Makmur,” kata Made.
Selain itu, BPBD juga menyiagakan satu unit mobil dapur umum yang akan difokuskan di Perumahan Ejuka. Menurut Made, armada itu menjadi satu-satunya mobil dapur umum yang dimiliki BPBD saat ini untuk mendukung distribusi makanan cepat saji di lokasi banjir.
“Kalau untuk mobil dapur umum, kita cuma ada 1 unit, itu rencananya nanti kita standby-kan di Perumahan Ejuka,” ujarnya.
Data sementara BPBD menunjukkan banjir merendam sejumlah titik di berbagai kelurahan, di antaranya Kelurahan Jalan Gedang, RT 15 RW 05 Kelurahan Sukamerindu, Jalan Cempaka Kelurahan Kebun Beler, Jalan Merpati 15 Kelurahan Rawa Makmur Permai, serta Jalan Merapi 12 Perumahan Pondok Indah RT 04.
Genangan juga dilaporkan terjadi di Jalan Seruni RT 08 RW 02 Kelurahan Nusa Indah, wilayah Kelurahan Kebun Tebeng, Jalan Citarum 4 Kelurahan Lingkar Barat, Jalan Bhakti Husada 1 Kelurahan Lingkar Barat, hingga Jalan Rinjani di kawasan Jembatan Kecil.
Meski demikian, BPBD menegaskan data dampak banjir masih bersifat sementara karena laporan dari lapangan terus bertambah. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bengkulu, Deni, mengatakan pihaknya masih melakukan rekapitulasi data dari sejumlah wilayah terdampak.
“Belum semua, kami baru menerima beberapa laporan hingga tadi malam. Kami masih mengumpulkan data,” kata Deni.





