Alaku

Pemkot Bengkulu Tertibkan Pondok Liar Pantai Panjang, Pedagang Mulai Bongkar Mandiri

Pemerintah Kota Bengkulu mulai menertibkan lapak pedagang di kawasan Pantai Panjang dengan pendekatan persuasif, Sabtu (25/4/26)(dok:pemkotbkl)

BengkuluPemerintah Kota Bengkulu mulai menertibkan bangunan pondok liar di kawasan wisata Pantai Panjang sebagai bagian dari penataan menyeluruh destinasi unggulan, dengan sejumlah pedagang bersedia membongkar lapak mereka secara mandiri usai dialog dengan petugas, Senin (27/4).

Langkah ini dilakukan Dinas Pariwisata Kota Bengkulu dengan pendekatan persuasif, meski sempat diwarnai dinamika di lapangan akibat keberatan sebagian pedagang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, menegaskan penertiban dilakukan tanpa tebang pilih demi menciptakan kawasan pantai yang lebih rapi, indah, dan nyaman bagi pengunjung.

“Bangunan yang berada di dekat breakwater dan jalur jogging track menjadi prioritas penataan karena mengganggu estetika dan fungsi kawasan,” ujar Nina.

Ia menjelaskan, penataan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kawasan Pantai Pasir Putih hingga Pantai Pasar Bengkulu. Bangunan tidak resmi nantinya akan diganti dengan pondok semi-permanen dengan desain seragam agar terlihat lebih estetis.

Menurut Nina, kebijakan ini merupakan bagian dari program strategis Wali Kota Bengkulu untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata, meski diakui memicu respons beragam dari pedagang.

“Kami memahami suasana hati pedagang. Tapi kita harus punya visi yang sama agar kawasan ini lebih baik dan ramah wisatawan,” katanya.

Ia menilai, kawasan yang tertata akan meningkatkan kenyamanan pengunjung dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi pedagang dalam jangka panjang.

“Kalau pengunjung meningkat, tentu pendapatan pedagang juga akan ikut naik,” ujarnya.

Selain penataan fisik, pemerintah juga menyoroti persoalan harga kuliner di kawasan tersebut. Pemkot telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk mencegah praktik harga tidak wajar.

“Kami sudah mengatur harga makanan melalui HET, tetapi masih ada pedagang yang belum patuh. Ini terus kami ingatkan,” tegas Nina.

Di sisi lain, keterbatasan anggaran tidak menjadi hambatan. Dinas Pariwisata menggandeng pihak ketiga untuk mendukung pembangunan gazebo atau pondok baru melalui skema kolaborasi.

“Kami melibatkan mitra eksternal agar penataan tetap berjalan optimal dan Pantai Panjang bisa menjadi ikon wisata yang membanggakan,” ujarnya.

Upaya penataan ini juga mendapat dukungan dari pengunjung. Yovin (40), warga Padang Ulak Tanding, Rejang Lebong, menilai langkah tersebut penting untuk meningkatkan kenyamanan wisata.

“Kami mendukung supaya pantai ini lebih rapi dan nyaman. Tapi harus dijaga bersama,” katanya.

Pemkot berharap penataan ini tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga mendorong kesadaran bersama antara pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan serta keberlanjutan destinasi wisata.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan