Pemkot Bengkulu Evaluasi Parkir Zona 6, Medy Pastikan Rantai “Juragan” Dipangkas
Pemerintah Kota Bengkulu membuka evaluasi pengelolaan parkir di Zona 6 kawasan Pasar Panorama dengan menggandeng juru parkir yang tergabung dalam Gerakan Peduli Perparkiran Bengkulu (GPPB), dalam audiensi yang digelar di ruang rapat DPRD, Senin (4/5/26).(foto:anto)

Pemkot Bengkulu Evaluasi Parkir Zona 6, Medy Pastikan Rantai “Juragan” Dipangkas

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

BengkuluPemerintah Kota Bengkulu membuka evaluasi pengelolaan parkir di Zona 6 kawasan Pasar Panorama dengan menggandeng juru parkir yang tergabung dalam Gerakan Peduli Perparkiran Bengkulu (GPPB), dalam audiensi yang digelar di ruang rapat DPRD, Senin (4/5/26).

Pertemuan dipimpin Wakil Ketua I DPRD Rahmat Widodo dan dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, anggota dewan, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dialog berlangsung terbuka dengan pemerintah menyerap langsung aspirasi para juru parkir. Di sisi lain, juru parkir menyatakan kesediaan mendukung penataan sistem parkir, khususnya di Zona 6, demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Medy menegaskan, kebijakan penataan parkir yang tengah disiapkan bukan sekadar penertiban, tetapi langkah strategis untuk memperbaiki kinerja sektor perparkiran sekaligus mendorong peningkatan pendapatan daerah.

“Sektor parkir adalah salah satu andalan PAD kita. Jika pendapatan naik, manfaatnya akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan, seperti perbaikan jalan rusak, drainase, dan penataan kawasan wisata,” ujar Medy.

Ia juga menanggapi kekhawatiran juru parkir terkait kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah tidak memiliki niat memberatkan, melainkan ingin membenahi sistem yang selama ini dinilai tidak efisien.

“Salah satu fokus kita adalah memangkas rantai ‘juragan’ parkir. Kita ingin pengelolaannya lebih efisien, tidak ada lagi tangan ketiga atau keempat, sehingga juru parkir di lapangan tidak tertekan,” katanya.

Lebih lanjut, Medy memastikan seluruh masukan yang telah disampaikan, baik secara lisan maupun tertulis kepada wali kota dan jajaran birokrasi, akan menjadi bahan evaluasi kebijakan.

Ia menegaskan pemerintah membuka ruang perbaikan jika ditemukan kebijakan teknis yang belum tepat sasaran.

“Kami menganggap Bapak-Ibu sekalian bukan sekadar objek, melainkan mitra. Mari berdialog dengan santun untuk mencari solusi terbaik demi kebaikan bersama,” tutupnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi titik temu antara pemerintah dan juru parkir dalam merumuskan tata kelola parkir yang lebih transparan, efisien, dan berdampak langsung pada peningkatan PAD Kota Bengkulu.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *