Pemkab Bengkulu Tengah Lanjutkan Dialog Lahan Pemakaman Nasrani Demi Kesepahaman Bersama

Bengkulu Tengah – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah memfasilitasi dialog terkait penggunaan lahan pemakaman Nasrani di Desa Harapan, Kecamatan Pondok Kelapa, Rabu (10/6/2026). Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Bupati itu belum menghasilkan keputusan akhir, sehingga pembahasan akan dilanjutkan dalam agenda berikutnya guna mencari solusi yang dapat diterima seluruh pihak.
Rapat dipimpin Ketua Presidium Wasik Salik dengan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ayatul Mukhtadin serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Nurul Iwan Setiawan. Pemerintah daerah menempatkan diri sebagai fasilitator untuk menjembatani komunikasi antara pihak-pihak yang berkepentingan.
Sejumlah unsur turut hadir dalam pembahasan tersebut, mulai dari perwakilan Kantor Kementerian Agama, organisasi perangkat daerah terkait, pengurus gereja Nasrani, hingga tokoh masyarakat Desa Harapan.
Dalam forum itu, berbagai pandangan dan aspirasi disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah terkait penggunaan lahan pemakaman yang menjadi pembahasan utama.
Pemerintah daerah mendorong proses penyelesaian dilakukan melalui musyawarah dengan mengedepankan dialog dan komunikasi yang terbuka. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga hubungan baik antarwarga sekaligus mencari titik temu yang dapat diterima bersama.
Meski diskusi berlangsung kondusif dan konstruktif, seluruh pihak belum mencapai kesepakatan final. Karena itu, pembahasan akan kembali dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya agar solusi yang dihasilkan bersifat komprehensif, adil, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Bengkulu Tengah berharap seluruh elemen masyarakat tetap menjaga suasana kondusif selama proses pembahasan berlangsung. Semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap perbedaan dinilai menjadi kunci dalam menjaga kerukunan di Desa Harapan.
“Melalui musyawarah dan komunikasi yang baik, diharapkan dapat ditemukan solusi yang tepat dan mengakomodasi kepentingan semua pihak, sehingga tercipta suasana yang harmonis dan saling menghormati di tengah masyarakat,” demikian harapan yang mengemuka dalam rapat tersebut.






