Hendri Tomi Desak Bupati Seluma Bertindak Tegas, Pejabat Bermasalah Jangan Terus Dipertahankan

Seluma – Tokoh Pemerhati Pembangunan Kabupaten Seluma, Hendri Tomi, mendesak Bupati Seluma Teddy Rahman agar segera mengambil tindakan tegas terhadap pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma yang dinilai bermasalah maupun tidak maksimal dalam menjalankan tugas.
Menurut Hendri, evaluasi terhadap pejabat harus dilakukan secara serius, mulai dari kepala dinas, camat, hingga kepala puskesmas (kapus). Pejabat yang terbukti tidak menjalankan tanggung jawab sebagaimana mestinya tidak seharusnya terus dipertahankan tanpa evaluasi yang jelas.
Hendri juga menyoroti dua kepala puskesmas yang disebut bermasalah. Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditangani secara tegas berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.
“Bupati harus segera mengambil tindakan tegas terhadap pejabat atau kepala dinas, camat, maupun kepala puskesmas yang bermasalah. Kalau memang terbukti bermasalah, jangan terus diberikan toleransi. Masih banyak orang-orang baik yang mau bekerja dan mengabdi untuk Seluma,” tegas Hendri Tomi, Jumat (9/10/2026).
Ia mempertanyakan alasan pejabat yang dinilai bermasalah masih dipertahankan, sementara pemerintah daerah membutuhkan aparatur yang mampu bekerja secara maksimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, evaluasi dan penempatan pejabat harus mengutamakan tanggung jawab, kinerja, serta kemampuan dalam menjalankan program pemerintah. Langkah tersebut penting agar roda pemerintahan berjalan efektif dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah tetap terjaga.
Selain menyoroti pejabat yang dinilai bermasalah, Hendri juga mengkritik kinerja camat yang menurutnya perlu lebih aktif menggerakkan masyarakat dalam pembangunan wilayah.
Ia menegaskan, camat tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administrasi atau menunggu program pembangunan dari organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Menurutnya, camat memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan kepala desa dan masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong, terutama dalam pemeliharaan fasilitas umum yang masih memungkinkan ditangani secara swadaya.
“Camat semestinya memperbanyak kegiatan bersama masyarakat desa dan menghidupkan kembali gotong royong di wilayah masing-masing. Jangan hanya berpangku tangan dan berharap pembangunan semuanya dilakukan oleh Dinas PUPR,” ujarnya.
Hendri secara khusus menyoroti Kecamatan Seluma Utara. Ia menilai camat setempat perlu mengambil inisiatif dengan mengajak para kepala desa dan warga berpartisipasi dalam pemeliharaan jalan di wilayah tersebut.
Menurutnya, kondisi jalan yang membutuhkan penanganan tidak selalu harus membuat pemerintah setempat menunggu program pembangunan dari kabupaten. Untuk kerusakan ringan dan kegiatan pemeliharaan yang aman dilakukan secara swadaya, gotong royong dapat menjadi salah satu upaya membantu masyarakat.
Namun, ia menegaskan bahwa gotong royong bukan berarti pemerintah boleh melepaskan tanggung jawab terhadap pembangunan infrastruktur. Kerusakan jalan berat tetap membutuhkan penanganan teknis, anggaran, serta kewenangan dari instansi terkait.
“Camat Seluma Utara seharusnya mengajak kepala desa dan masyarakat untuk bergotong royong memelihara jalan. Jangan sampai masyarakat dibiarkan menghadapi persoalan sendiri hanya karena menunggu pembangunan dari dinas,” katanya.
Hendri berharap Bupati Seluma tidak hanya menerima laporan administratif dari bawahannya, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap kondisi pelayanan publik dan kinerja aparatur di lapangan.
Ia meminta agar setiap persoalan ditindaklanjuti berdasarkan fakta, hasil pemeriksaan, dan ketentuan yang berlaku. Apabila ditemukan pelanggaran atau kinerja yang tidak sesuai dengan tanggung jawab jabatan, pemerintah daerah diminta memberikan tindakan sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurutnya, ketegasan dalam mengevaluasi pejabat harus berjalan seiring dengan upaya memperkuat pelayanan publik, memperbaiki infrastruktur, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Hendri berharap hal tersebut menjadi perhatian serius Bupati Seluma agar seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Seluma bekerja lebih optimal dan benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat.







