Alaku
Alaku

Seluma — Polres Seluma turun tangan mengecek informasi mengenai sejumlah kendaraan yang mengalami gangguan mesin setelah diduga mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Informasi tersebut sebelumnya beredar melalui media sosial Instagram akun @selumaterkini. Dalam unggahan itu disebutkan sejumlah kendaraan mengalami gangguan setelah mengisi BBM dan kemudian menjalani perbaikan di Bengkel Mobil Mitra Jaya Motor, Desa Lubuk Sahung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit II Sat Intelkam Polres Seluma melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dengan meminta keterangan dari pihak bengkel serta pengawas sejumlah SPBU di wilayah Seluma.

Dari hasil pengecekan di Bengkel Mobil Mitra Jaya Motor, pemilik bengkel Jamil menyebut terdapat 10 kendaraan roda empat yang datang untuk diperbaiki sejak Kamis (1/10/2026) hingga Selasa (6/10/2026).

Kesepuluh kendaraan tersebut datang dengan keluhan yang hampir sama, yakni mesin brebet atau terasa tertahan saat digunakan.

Dari pemeriksaan kendaraan, pihak bengkel menemukan adanya endapan yang menyerupai debu semen pada bagian saringan minyak kendaraan. Endapan tersebut kemudian diduga mengganggu sistem aliran bahan bakar sehingga mesin kendaraan mengalami masalah.

Namun, hasil pulbaket polisi menunjukkan fakta lain yang membuat sumber masalah tersebut belum dapat dipastikan.

Sejumlah pemilik kendaraan yang diperbaiki di bengkel tersebut mengaku sebelumnya mengisi BBM di wilayah Kota Bengkulu, bukan di SPBU yang berada di Kabupaten Seluma.

Salah satunya Khalidan, warga Jalan Padat Karya Hibrida, Kota Bengkulu. Ia mengaku mengisi BBM di salah satu SPBU di Kota Bengkulu pada Minggu malam.

Keesokan harinya, Khalidan melakukan perjalanan menuju Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma. Saat perjalanan kembali menuju Kota Bengkulu, kendaraannya justru mengalami mogok ketika berada di Desa Lubuk Sahung, Kecamatan Sukaraja.

Kendaraan kemudian dibawa ke Bengkel Mobil Mitra Jaya Motor. Saat diperiksa, kendaraan tersebut mengalami keluhan mesin brebet dan terasa tertahan.

Polisi Periksa SPBU Tais dan Sukaraja

Selain mengecek kendaraan dan meminta keterangan pihak bengkel, Polres Seluma juga melakukan pemeriksaan terhadap SPBU Tais dan SPBU Sukaraja.

Polisi meminta keterangan dari pengawas kedua SPBU tersebut, termasuk mengenai kondisi BBM yang dijual kepada masyarakat.

Berdasarkan keterangan pengawas, sebelum BBM disalurkan kepada konsumen, petugas melakukan pengambilan sampel dari nozzle atau selang pengisian serta dari tangki pendam SPBU.

Hasil pemeriksaan secara visual menunjukkan BBM dalam kondisi jernih dan terang. Nilai massa jenis BBM yang diperiksa juga disebut masih sesuai standar.

Pengawas SPBU Tais dan Sukaraja juga menyatakan tidak menemukan endapan maupun kotoran di dalam tangki pendam saat dilakukan pengecekan.

Hingga pemeriksaan dilakukan, kedua SPBU tersebut juga belum menerima laporan dari masyarakat mengenai kendaraan yang mengalami gangguan setelah mengisi BBM di lokasi tersebut.

Kondisi itu membuat polisi belum dapat menyimpulkan bahwa gangguan mesin pada kendaraan yang diperbaiki di Bengkel Mobil Mitra Jaya Motor disebabkan BBM dari SPBU di wilayah Seluma.

Terlebih, sejumlah pemilik kendaraan yang diperiksa mengaku terakhir mengisi BBM di wilayah Kota Bengkulu sebelum kendaraannya mengalami masalah.

Polisi Minta Warga Tidak Berspekulasi

Kapolres Seluma AKBP Bonar Richard mengatakan hasil pengecekan tersebut perlu disampaikan kepada masyarakat agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan terkait kualitas BBM di SPBU.

Masyarakat juga diimbau tetap membeli BBM melalui SPBU resmi dan tidak langsung menarik kesimpulan terkait penyebab kerusakan kendaraan sebelum terdapat hasil pemeriksaan yang memastikan sumber masalah.

“Polres Seluma masih melakukan pengumpulan informasi untuk memastikan penyebab gangguan kendaraan tersebut. Jadi masyarakat diharapkan tidak langsung menarik kesimpulan sebelum ada hasil pemeriksaan yang dapat memastikan sumber dan penyebab adanya endapan pada sistem bahan bakar kendaraan,” kata Bonar.

Polres Seluma masih membuka kemungkinan adanya informasi tambahan apabila ditemukan kendaraan lain dengan keluhan serupa.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan dari mana endapan pada sistem bahan bakar kendaraan tersebut berasal dan apakah benar berkaitan dengan BBM yang digunakan.

Polisi memastikan informasi tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan keamanan kendaraan sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap kualitas BBM yang beredar di tengah masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan