Zetman Dorong Tokoh Masyarakat Kompak Sikapi Rencana Tambang Emas Bukit Sanggul

Seluma – Anggota DPRD Seluma dari Partai Gerindra, Zetman, mengajak tokoh masyarakat Kecamatan Semidang Alas dan Semidang Alas Maras menyatukan sikap menyikapi rencana aktivitas pertambangan emas di kawasan Bukit Sanggul, Kamis (8/10/2026).
Zetman meminta aspirasi masyarakat di dua kecamatan yang masuk daerah pemilihannya itu disampaikan secara bersama-sama dan melalui mekanisme yang jelas. Ia menilai pembahasan rencana tambang perlu melibatkan masyarakat sejak awal agar dampak maupun manfaatnya dapat diketahui secara terbuka.
“Kalau masyarakat memang menilai tambang emas di Bukit Sanggul akan berdampak terhadap kehidupan masyarakat, lingkungan dan wilayah sekitar, mari kita sampaikan secara bersama-sama,” ujar Zetman.
Menurut dia, persoalan pertambangan tidak semata-mata berkaitan dengan investasi dan potensi ekonomi. Aspek lingkungan serta keberlangsungan kehidupan masyarakat dalam jangka panjang juga harus menjadi pertimbangan sebelum aktivitas pertambangan dijalankan.
Karena itu, Zetman meminta rencana pertambangan di Bukit Sanggul dikaji secara menyeluruh dan terbuka. Ia mengingatkan agar keputusan terkait investasi tidak justru memunculkan polemik baru di tengah masyarakat.
“Yang paling penting masyarakat harus dilibatkan. Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui setelah semuanya berjalan. Kita harus melihat apa manfaatnya dan apa dampaknya bagi masyarakat Seluma,” tegasnya.
Sikap tersebut disebut sejalan dengan perhatian Zetman sebelumnya terhadap pentingnya kajian lingkungan dalam kebijakan pemanfaatan ruang dan aktivitas pertambangan. Pada 2025, ia pernah menyatakan penolakan terhadap pengesahan Raperda RTRW Seluma sebelum kajian lingkungan dinilai memadai.
Zetman merupakan anggota DPRD Seluma periode 2024-2029 dari Partai Gerindra yang terpilih dari Dapil Seluma 3, meliputi Kecamatan Semidang Alas dan Semidang Alas Maras. Dengan posisi tersebut, ia berharap tokoh masyarakat di dua kecamatan itu membuka ruang dialog bersama warga untuk membahas rencana tambang emas Bukit Sanggul.
“Intinya, kita ingin kepentingan masyarakat menjadi pertimbangan utama. Kalau ada yang perlu dikaji ulang, mari kita kaji bersama. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton,” pungkasnya.







