Lebong – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan turun langsung ke Kabupaten Lebong, Kamis (9/4/2026), untuk merespons banjir bandang yang melanda wilayah tersebut dengan menyalurkan bantuan senilai Rp102 juta bagi warga terdampak.
Bantuan yang dibawa Pemerintah Provinsi Bengkulu mencakup paket sembako dan layanan kesehatan, di tengah kondisi sejumlah desa yang terdampak cukup parah akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Banjir bandang itu menyebabkan infrastruktur rusak, permukiman warga terendam, dan akses jalan di sejumlah titik terputus. Akibatnya, aktivitas masyarakat sempat lumpuh, bahkan beberapa wilayah dilaporkan terisolasi karena jalur transportasi tidak bisa dilalui.
Helmi menegaskan, keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi fokus utama pemerintah selama masa tanggap darurat. Menurut dia, bantuan darurat harus dipastikan tepat sasaran dan langsung menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami ingin memastikan warga tetap mendapatkan kebutuhan pangan dan layanan kesehatan,” ujar Helmi Hasan.
Ketua Ikatan Alumni Universitas Bengkulu itu menjelaskan, bantuan sembako diprioritaskan untuk menopang kebutuhan harian warga terdampak. Sementara layanan kesehatan disiagakan untuk mengantisipasi penyakit pascabanjir, seperti infeksi kulit, diare, hingga gangguan pernapasan.
Di sisi lain, Bupati Lebong Azhari menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Pemerintah Provinsi Bengkulu. Ia menilai dukungan tersebut sangat penting di tengah keterbatasan yang dihadapi daerah dalam mempercepat penanganan bencana dan pemulihan kondisi warga.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari Bapak Gubernur. Bantuan ini sangat membantu masyarakat kami yang terdampak bencana,” kata Azhari.
Menurut Azhari, Pemerintah Kabupaten Lebong saat ini juga terus melakukan penanganan intensif, mulai dari pendataan warga terdampak, pembersihan wilayah yang terdampak banjir, hingga pemulihan akses jalan yang sempat terputus.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca masih belum stabil. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap siaga dan saling membantu. Semangat gotong royong sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini,” ujarnya.
Selain bantuan utama senilai Rp102 juta, penyaluran logistik dari berbagai OPD juga terus digencarkan. Melalui Dinas Sosial, bantuan yang telah disalurkan meliputi satu unit tenda serbaguna, 200 lembar selimut, 25 dus makanan anak setara 200 paket, 100 lembar kasur atau 20 bal, serta alat bantu berupa kursi roda.
Dukungan lain datang dari Baznas yang menyalurkan 1.500 paket sembako dan bantuan tunai untuk warga terdampak di Embong I, Karang Anyar, dan Semelako III. Untuk menopang operasional dapur umum di posko induk, turut disalurkan satu ton beras beserta bahan pokok lainnya.
Sementara itu, BPBD Provinsi Bengkulu mengirim bantuan untuk posko induk berupa 10 dus mi goreng, 10 dus mi instan, 20 kilogram gula, dua lusin minyak goreng, serta 30 karung beras kemasan lima kilogram. DP3APPKB juga menyalurkan 22 karung beras dan delapan bal pakaian layak pakai, sedangkan Dinas Kesehatan menambah enam dus obat-obatan, delapan dus makanan ringan, dan 30 dus air mineral untuk kebutuhan warga terdampak.





