Helmi Hasan Pastikan Sekolah Rakyat Selebar Hampir Rampung, Siap Beroperasi Agustus 2026

Bengkulu – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, hampir selesai dengan progres fisik mencapai 96,91 persen. Sekolah tersebut ditargetkan mulai digunakan untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Agustus 2026.
Kepastian itu disampaikan Helmi saat meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat, Rabu (8/7/2026). Ia menegaskan pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan memastikan seluruh anak memperoleh hak yang sama untuk mengenyam pendidikan.
“Pendidikan menjadi hal yang sangat prioritas bagi bangsa. Ini adalah program yang sangat berharga yang lahir di era Presiden Prabowo,” ujar Helmi Hasan.
Menurut Helmi, Pemerintah Provinsi Bengkulu sejak awal memberikan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat sehingga Bengkulu dipercaya memperoleh pembangunan dua unit sekolah, masing-masing di Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, dan Desa Cucupan, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur. Selain itu, pemerintah pusat juga membangun Sekolah Garuda di Kabupaten Rejang Lebong.
Ia menjelaskan, pembangunan dua Sekolah Rakyat tersebut didukung alokasi anggaran pemerintah pusat sekitar Rp500 miliar. Kehadiran fasilitas pendidikan itu diharapkan mampu memperluas akses belajar, terutama bagi anak-anak yang selama ini menghadapi kendala untuk melanjutkan pendidikan.
“Yang penting proses belajar mengajar bisa terlaksana dengan baik, sehingga siswa-siswi kita dapat menjadi putra-putri Merah Putih terbaik,” katanya.
Helmi menegaskan program Sekolah Rakyat merupakan jawaban atas persoalan masih adanya anak yang putus sekolah maupun belum mendapatkan akses pendidikan. Karena itu, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait bergerak aktif menjangkau calon peserta didik.
“Presiden tidak ingin ada lagi siswa-siswi di Bengkulu yang tidak sekolah,” tegasnya.
Ia menginstruksikan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta perangkat daerah lainnya melakukan pendataan dan penelusuran, termasuk memanfaatkan data kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), agar tidak ada lagi anak usia sekolah yang terlewat dari layanan pendidikan.
“Coba juga dilakukan tracking melalui Dukcapil karena semuanya sudah terdata. Jangan sampai ada lagi anak bangsa yang tidak sekolah,” ujar Helmi.
Sementara itu, Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu Hari Setiadi mengatakan setiap Sekolah Rakyat akan menerima 270 peserta didik baru setiap tahun yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA sesuai ketentuan Kementerian Sosial. Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Bengkulu akan menampung 46 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 226 siswa SMA dengan dukungan 14 guru serta 41 tenaga kependidikan.
Ke depan, kompleks Sekolah Rakyat tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa dalam 36 rombongan belajar, terdiri atas 18 rombongan belajar untuk jenjang SD dengan kapasitas 540 siswa, serta masing-masing sembilan rombongan belajar untuk jenjang SMP dan SMA dengan kapasitas 270 siswa. Dalam peninjauan itu, Gubernur turut didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah terkait.






