Rasio Anggaran Infrastruktur Jalan Bengkulu Termasuk Paling Tinggi, Di Atas Jawa Barat dan Provinsi Lain

Bengkulu – Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, S.E. melakukan lompatan besar dalam pengalokasian anggaran untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan. Kebijakan tersebut menjadikan rasio anggaran infrastruktur jalan Provinsi Bengkulu sebagai salah satu yang tertinggi secara persentase dibandingkan provinsi lain di Indonesia.
Pada tahun pertama kepemimpinannya, yakni APBD Tahun Anggaran 2025, Helmi Hasan menjadikan pembangunan infrastruktur jalan sebagai salah satu prioritas utama. Alokasi anggaran pembangunan dan perbaikan jalan mencapai Rp514 miliar atau sebesar 17,7 persen dari total APBD Provinsi Bengkulu senilai Rp2,9 triliun.
Angka tersebut meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebesar Rp162 miliar. Saat itu, rasio anggaran infrastruktur jalan hanya 5,2 persen dari total APBD Rp3,1 triliun.
“Kita memang menjadikan infrastruktur jalan sebagai skala prioritas dalam penyusunan kebijakan APBD. Sebab, keberadaan infrastruktur jalan yang mulus menjadi kebutuhan penting untuk pembangunan daerah ke depan,” ujar Helmi Hasan, Rabu (8/7/26).
Pada APBD Tahun 2026, alokasi anggaran infrastruktur jalan tercatat sebesar Rp395 miliar atau 14,6 persen dari total APBD Provinsi Bengkulu senilai Rp2,7 triliun.
Rasio anggaran jalan tersebut tergolong sangat tinggi jika dibandingkan dengan sejumlah provinsi lain yang memiliki nilai APBD jauh lebih besar. Di Provinsi Sumatera Selatan, misalnya, dari total APBD Tahun 2026 sebesar Rp9,6 triliun, anggaran pembangunan jalan hanya sekitar Rp380 miliar atau 3,9 persen.
Bahkan, rasio anggaran jalan Provinsi Bengkulu juga lebih tinggi dibandingkan sejumlah provinsi di Pulau Jawa. Di Provinsi Jawa Barat, dari total APBD sebesar Rp30,1 triliun, anggaran untuk pembangunan jalan dan jembatan mencapai sekitar Rp1,7 triliun atau hanya 5,6 persen.
Sementara itu, di Provinsi Lampung, anggaran infrastruktur jalan sebesar Rp400 miliar dari total APBD Rp7 triliun, sehingga rasionya sekitar 5,7 persen.
Secara terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bengkulu, Tommy Irawan, S.E., M.Si., membenarkan bahwa secara persentase alokasi anggaran infrastruktur jalan Bengkulu memang lebih tinggi dibandingkan banyak daerah lain.
“Kalau persentase, memang Bengkulu termasuk paling tinggi dibanding daerah lain untuk alokasi anggaran pembangunan dan perbaikan jalan. Tahun 2025 sampai Rp600 miliar dan tahun ini Rp450 miliar untuk jalan. Itu sampai 20 persen dari APBD,” ujar Tommy. (*)
Rasio Anggaran Infrastruktur Jalan Dibanding APBD Provinsi Bengkulu
| Tahun | APBD | Anggaran Infrastruktur Jalan | Persentase |
|---|---|---|---|
| 2024 | Rp3,1 triliun | Rp162 miliar | 5,2% |
| 2025 | Rp2,9 triliun | Rp514 miliar | 17,7% |
| 2026 | Rp2,7 triliun | Rp395 miliar | 14,6% |






