Pengecer LPG 3 Kg Tidak Ada Lagi Mulai 1 Februari 2025, Pangkalan Resmi Jadi Alternatif
LPG 3 Kg / foto Pertamina

Gas Melon Langka Jelang Lebaran, Warga Bengkulu Desak Pemkot Prioritaskan Kebutuhan Pokok

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

BengkuluKelangkaan gas LPG 3 kilogram kembali dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kota Bengkulu menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kondisi ini memicu keresahan karena gas bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga kecil dan pelaku usaha mikro makin sulit ditemukan, baik di pangkalan maupun tingkat pengecer.

Dalam beberapa hari terakhir, warga mengaku harus berkeliling dari satu lokasi ke lokasi lain untuk mencari gas melon. Sejumlah pangkalan di berbagai sudut kota disebut tutup, sementara sebagian lainnya sudah kehabisan stok sejak pagi.

Saripah, warga Kelurahan Sukamerindu, mengaku sudah empat hari kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram. Hampir semua pangkalan yang didatanginya, kata dia, menyampaikan jawaban serupa: stok belum masuk atau sudah habis lebih dulu.

“Sudah 4 hari saya cari gas. Dari Sukamerindu sampai ke beberapa pangkalan lain saya datangi, tapi jawabannya sama, katanya gas belum masuk atau sudah habis duluan. Padahal kami sangat butuh untuk memasak di rumah,” ujar Saripah.

Ia menuturkan, kondisi itu membuat sebagian warga terpaksa menunda aktivitas memasak di rumah. Tidak sedikit pula yang akhirnya membeli tabung gas nonsubsidi dengan harga lebih tinggi demi memenuhi kebutuhan harian.

“Kalau pun ada, harganya sudah tidak wajar gas 3 KG itu. Ada yang jual sampai Rp 50 ribu bahkan lebih. Padahal ini gas subsidi untuk masyarakat kecil. Kami berharap pemerintah benar-benar turun tangan, jangan sampai menjelang lebaran masalah ini terus terjadi,” katanya.

Keluhan serupa datang dari Deni Apriansyah, warga Lingkar Barat, Kota Bengkulu. Menurutnya, kelangkaan gas melon sudah sangat terasa di lingkungannya karena sejumlah warung pengecer di sekitar rumahnya sudah tidak lagi memiliki stok sejak beberapa hari terakhir.

“Di Lingkar Barat ini gas sudah sulit sekali didapat. Biasanya saya beli di warung dekat rumah, tapi sekarang mereka bilang tidak ada pasokan. Kalau mau dapat, harus keliling dulu dan itu pun belum tentu ada,” ungkap Deni.

Deni menilai, persoalan LPG 3 kilogram seharusnya menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Bengkulu menjelang Lebaran. Ia menegaskan, masyarakat saat ini lebih membutuhkan kepastian ketersediaan kebutuhan pokok dibanding agenda lain yang dinilai tidak bersentuhan langsung dengan persoalan sehari-hari warga.

“Menjelang lebaran seperti sekarang, yang dibutuhkan masyarakat itu kepastian kebutuhan pokok, termasuk gas LPG. Jangan sampai pemerintah hanya sibuk mengurus hal-hal yang terkesan lebih banyak dijadikan konten media sosial. Sementara masalah yang benar-benar dirasakan masyarakat seperti gas langka ini justru kurang diperhatikan,” tegasnya.

Ia mengakui sejumlah kegiatan yang dilakukan Pemkot Bengkulu belakangan tetap memiliki sisi positif. Namun, menurutnya, langkah seperti penertiban pasar, penanganan isu asusila, hingga kegiatan bersih pantai tidak boleh membuat pemerintah lalai terhadap masalah yang lebih mendesak.

“Memang bagus kalau ada kegiatan seperti penertiban pasar, isu asusila, atau kegiatan bersih pantai. Tapi sekarang masyarakat sedang menghadapi masalah nyata, gas hilang di pasaran. Itu yang seharusnya menjadi prioritas utama untuk diselesaikan,” lanjut Deni.

Kelangkaan LPG 3 kilogram dikhawatirkan akan semakin memburuk bila distribusi tidak segera dibenahi. Menjelang Idulfitri, kebutuhan gas untuk memasak biasanya meningkat tajam, baik untuk rumah tangga maupun pelaku usaha kecil seperti penjual makanan dan kue.

Warga berharap Pemkot Bengkulu bersama pihak terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan distribusi gas bersubsidi berjalan lancar dan tepat sasaran. Tanpa pengawasan ketat, masyarakat khawatir persoalan yang berulang setiap menjelang hari besar keagamaan ini kembali membebani kelompok kecil yang paling bergantung pada gas melon.

Gambar Gravatar
Penulis dan wartawan berita daerah dan nasional yang mengikuti berbagai isu regional, peristiwa lapangan, serta kabar terkini dari wilayah dengan pendekatan jurnalistik yang akurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *