Sekolah Rakyat Dikritik, Program Tak Relevan dan Abaikan Sekolah Konvensional
Ilustrasi Sekolah Konvensional dan Sekolah Rakyat (foto: dok canva)

Dinsos Bengkulu Arahkan Anak Jalanan ke Sekolah Rakyat untuk Tekan Putus Sekolah

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

BengkuluPemerintah Kota Bengkulu mulai mengarahkan anak jalanan dan anak dari kalangan gelandangan-pengemis (gepeng) kembali ke dunia pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Langkah ini diprioritaskan untuk menekan angka putus sekolah sekaligus memutus ketergantungan hidup di jalanan.

Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Afriyenita mengatakan, anak-anak yang masih berada pada usia sekolah akan didata dan diarahkan mengikuti pendidikan formal maupun nonformal sesuai kondisi mereka.

“Anak-anak yang terjaring dan masih usia sekolah akan kita arahkan ke Sekolah Rakyat, sekolah negeri, hingga program Paket C,” kata Afriyenita.

Menurutnya, Dinsos saat ini rutin melakukan penyisiran di sejumlah titik di Kota Bengkulu untuk mendata anak-anak yang putus sekolah maupun yang masih aktif berada di jalanan.

Data tersebut kemudian diajukan agar mereka bisa masuk ke program Sekolah Rakyat sebagai alternatif pendidikan yang lebih inklusif bagi keluarga kurang mampu.

Afriyenita menegaskan, penanganan gepeng tidak lagi hanya berfokus pada penertiban semata. Pemerintah ingin memastikan anak-anak tersebut mendapat pembinaan berkelanjutan agar memiliki keterampilan dan masa depan yang lebih baik.

Sementara bagi gepeng yang sudah tidak berada di usia sekolah, Dinsos akan melakukan verifikasi data guna memastikan apakah mereka telah masuk dalam daftar penerima bantuan sosial pemerintah.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta ikut mendukung program tersebut dengan tidak memberikan uang secara langsung kepada pengemis atau anak jalanan di persimpangan jalan.

“Memberi uang di jalan justru memicu ketergantungan. Kami sarankan masyarakat menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi atau program pemerintah agar lebih tepat sasaran,” ujar Afriyenita.

Program Sekolah Rakyat sendiri sebelumnya mendapat perhatian pemerintah pusat. Tahun lalu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 6 di Sentra Dharma Guna Kementerian Sosial, Kota Bengkulu.

Dalam kunjungan tersebut, AHY menyebut pendidikan menjadi kunci utama memutus rantai kemiskinan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga sederhana.

“Sekolah Rakyat adalah salah satu jawaban agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan pendidikan berkualitas. Karena memutus rantai kemiskinan harus diawali dengan pendidikan,” ujar AHY.

Ia menegaskan, program Sekolah Rakyat menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan, termasuk bagi anak-anak di daerah dan kelompok rentan sosial.

Gambar Gravatar
Wartawan berita daerah yang konsisten mengikuti perkembangan isu regional, kebijakan pemerintah setempat, serta berbagai peristiwa penting di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *