Bengkulu – Ada yang berbeda dengan cara Gubernur Bengkulu Helmi Hasan berkomunikasi dengan pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dalam dua hari terakhir.
Jika biasanya para pejabat dan pegawai mengikuti apel di halaman Kantor Gubernur setiap Senin pagi, mulai Selasa (6/10/2026), Helmi membuat terobosan dengan menggelar apel melalui siaran langsung (live streaming) di media sosial TikTok.
Menariknya, apel tersebut tidak hanya diikuti ribuan pejabat dan pegawai Pemprov Bengkulu. Ribuan warga juga ikut bergabung secara daring. Mereka berbaur dengan pejabat dan pegawai melalui kolom komentar dan pesan.
“Namanya apel sosial,” kata Helmi Hasan.
Apel sosial dimulai pukul 20.00 WIB dengan durasi sekitar satu jam. Namun, pada apel sosial perdana, siaran langsung berlangsung hingga dua jam karena tingginya antusiasme masyarakat menyampaikan curahan hati (curhat) terkait berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Mulai dari kartu BPJS yang tidak aktif, jalan rusak, pajak kendaraan, mutasi pelat kendaraan, pemutihan pajak, hingga peluang mendapatkan beasiswa untuk belajar ke Jepang.
Berbagai persoalan yang disampaikan warga langsung ditanggapi Gubernur Helmi Hasan. Ia bahkan meminta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memberikan penjelasan langsung melalui siaran tersebut.
Misalnya, ketika ada warga yang menanyakan jalan provinsi yang belum diperbaiki, Helmi langsung meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, memberikan penjelasan dalam siaran langsung.
Begitu pula ketika warga menanyakan peluang bekerja dan kuliah ke luar negeri melalui program beasiswa. Helmi menyampaikan bahwa Kementerian Desa memiliki program tersebut.
Untuk memberikan penjelasan lebih detail, Helmi kemudian meminta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) memberikan penjelasan dalam apel sosial malam kedua.
“Berkaitan dengan program magang ke Jepang yang ditanyakan pada apel malam sebelumnya, kami sampaikan kepada Pak Gubernur bahwa kita telah melakukan rapat internal yang langsung dipimpin Pak Sekda,” kata Kepala Dinas PMD.
Dari penjelasan tersebut diketahui bahwa program beasiswa ke Jepang akan merekrut minimal dua orang per desa melalui program Beasiswa Pemuda Bangun Desa ke Jepang.
Namun, sejumlah hal teknis, mulai dari keberangkatan, peningkatan kemampuan bahasa Jepang hingga jadwal rekrutmen, masih akan dikoordinasikan dengan Kementerian Desa.
“Program Beasiswa Pemuda Bangun Desa ke Jepang. Kita masih koordinasi dengan Pak Menteri, terutama tempat kursus bahasa Jepang. Untuk teknis sistem pelajaran, sampai hari ini kita masih menunggu petunjuk dari Pak Ihsan selaku TA Menteri Desa,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah biaya yang harus ditanggung calon peserta, seperti pengurusan SKCK dan BPJS, asesmen serta surat keterangan kesehatan, sementara masih menjadi tanggungan calon peserta.
Gubernur Helmi Hasan kembali mengajak seluruh pemuda Bengkulu memanfaatkan peluang tersebut.
“Kepada seluruh putra-putri Bengkulu, kerja sama antara Kementerian Desa dengan Pemerintah Jepang. Jangan sampai tidak ikut. Saya minta seluruh bupati, camat agar gercep. Mana yang ingin kuliah di Jepang, bekerja di Jepang, boleh dicari per desa minimal dua orang,” ujar Helmi.
BPJS Warga Langsung Diaktifkan
Persoalan lain yang muncul dalam apel sosial malam kedua adalah masalah BPJS.
Sejumlah warga mengaku kartu BPJS mereka tidak aktif karena tidak lagi mampu membayar iuran. Ada pula warga yang meminta agar kepesertaan BPJS mandiri dialihkan menjadi BPJS gratis.
Persoalan tersebut langsung ditanggapi Riko dari pihak BPJS.
“Aria, Pak BPJS saya nunggak empat bulan. Tidak sanggup bayar. Pak Riko, tolong atensi,” ujar Helmi membacakan komentar yang muncul dalam siaran langsung TikTok.
Di penghujung apel sosial, Riko menjelaskan bahwa sejumlah warga yang menyampaikan persoalan BPJS dalam siaran langsung tersebut langsung ditindaklanjuti dan kepesertaannya diaktifkan kembali.
Respons positif pun bermunculan dari warganet dan peserta apel sosial.
“Keren, Pak Gub,” tulis seorang warga.
“Terima kasih, Pak Gub. Semoga selalu sehat,” tulis warga lainnya.
Gubernur Ajak Pejabat Angkat Anak Yatim sebagai Anak Asuh
Dalam apel sosial kedua, Helmi juga menyampaikan program Pemprov Bengkulu untuk mengangkat anak yatim piatu sebagai anak asuh.
Menurut Helmi, setiap pejabat Pemprov Bengkulu, mulai dari gubernur, sekretaris daerah, asisten hingga kepala dinas, diwajibkan memiliki kepedulian terhadap anak yatim piatu dengan mengangkat mereka sebagai anak asuh.
Program tersebut disebut sebagai bentuk kepedulian pejabat Pemprov Bengkulu terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
“Kita punya program anak yatim piatu. Gubernur dan pejabat Pemprov akan mengangkat anak yatim piatu sebagai anak angkat. Saya mengajak kita semua, ayo sebagian rezeki kita saya minta diberikan untuk anak yatim,” ujar Helmi.
Warga Curhat Soal PKH
Masalah lain yang disampaikan warga dalam apel sosial malam kedua adalah terkait bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).
Sejumlah warga mempertanyakan mengapa ada masyarakat yang mendapatkan bantuan, sementara lainnya tidak.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Helmi meminta Kepala Dinas Sosial memberikan penjelasan secara langsung.
Dijelaskan bahwa penerima bantuan sosial ditentukan berdasarkan sejumlah ketentuan dan kriteria.
“Desil 1 hingga desil 4, setiap program ada kriteria. Cek desil, cek status program. Ada beberapa penyebab tidak dapat bantuan. Pertama, ketidaksesuaian data sehingga tidak valid. Kedua, kuota terbatas. Program tertentu seperti PKH bisa dicoret apabila ada anggota keluarga menjadi ASN, TNI, Polri,” kata Kepala Dinas Sosial.
Untuk menjawab pertanyaan masyarakat secara lebih terbuka, Helmi meminta Kepala Dinas Sosial menampilkan nomor-nomor kontak pengelola program PKH dalam apel sosial berikutnya.
“Besok saya mau rilis nomor-nomor PKH. Supaya masyarakat kita tidak bingung dan bisa berhubungan langsung menyampaikan persoalan. Karena gubernur tidak tahu setiap persoalan, tapi gubernur punya perangkat,” ujar Helmi.
Gubernur Minta Pelayanan Pajak Tidak Dipersulit
Persoalan pajak dan mutasi pelat kendaraan juga menjadi salah satu curhatan warga dalam apel sosial malam kedua.
Helmi kemudian meminta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bengkulu, Hadianto, memberikan penjelasan terkait pelayanan pajak kendaraan.
Helmi bahkan menegaskan agar masyarakat melaporkan jika menemukan petugas yang mempersulit proses pembayaran pajak maupun mutasi kendaraan.
“Pak, mutasi kendaraan jangan dipersulit. Pak Hadianto, ini tolong diatensi. Kalau ada yang mempersulit, catat siapa orangnya. Kasih tahu ke saya,” kata Helmi.
Kepastian Gaji PPPK Paruh Waktu
Persoalan lain yang mencuat dalam apel sosial adalah kepastian penggajian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Sejumlah tenaga PPPK paruh waktu menyampaikan kekhawatiran melalui kolom komentar mengenai kepastian pembayaran gaji mereka. Mereka mempertanyakan apakah gaji akan ditanggung pemerintah pusat atau pemerintah daerah.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Helmi meminta Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) memberikan penjelasan.
Kepala BKD menyampaikan bahwa Pemprov Bengkulu telah menyelesaikan verifikasi terhadap 4.343 tenaga PPPK paruh waktu.
Dari jumlah tersebut, terdapat 47 orang yang tidak lagi diusulkan oleh OPD karena sejumlah alasan, seperti meninggal dunia, melakukan pelanggaran disiplin, telah lulus PPPK di instansi lain, atau telah memasuki usia pensiun.
“Selebihnya yang tidak ada masalah, kita akan lakukan perpanjangan. Begitu SK selesai, akan kita bagikan ke PPPK paruh waktu,” kata Kepala BKD.
Mengenai penggajian, Kepala BKD mengatakan pihaknya masih belum menerima petunjuk resmi mengenai apakah penggajian PPPK paruh waktu akan ditanggung pemerintah pusat.
Helmi meminta para PPPK paruh waktu di lingkungan Pemprov Bengkulu tidak perlu cemas.
“Soal gaji tidak usah khawatir. Yang penting semangat tetap kerja. Bantu rakyat. Jangan sampai satu hari lewat, kita tidak bantu rakyat. Tidak mungkin tidak ada gaji. Apakah itu pusat atau provinsi tidak penting. Yang penting ada gajinya. Saya yakin PPPK di Bengkulu, semuanya semangat bantu rakyat,” tegas Helmi Hasan.








