Abrasi Ancam Desa Pekik Nyaring, Warga Pesisir Tunggu Solusi Pemerintah
Salah satu rumah warga Desa Pekik Nyaring Bengkulu Tengah yang terdampak abrasi, Senin (25/8/25)(foto: dok Kanopi Hijau Indonesia)

Abrasi Ancam Desa Pekik Nyaring, Warga Pesisir Tunggu Solusi Pemerintah

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu Tengah – Gelombang laut terus mengikis pantai di Desa Pekik Nyaring, Bengkulu Tengah. Abrasi bukan hanya mengubah bentang alam, tetapi juga mengguncang kehidupan masyarakat pesisir. Setiap hari mereka dihadapkan pada ketakutan kehilangan rumah.

Organisasi lingkungan Kanopi Hijau Indonesia (KHI) menekankan perlunya langkah cepat dari pemerintah daerah. Direktur Program KHI, Suarli, menilai Pemkab Bengkulu Tengah harus memberikan solusi jelas, baik dengan memindahkan warga ke lokasi aman maupun menyediakan hunian layak.

“Pemerintah semestinya hadir dengan tindakan pencegahan. Tidak semua warga di sana memiliki kemampuan ekonomi untuk menyelamatkan diri sendiri,” ujar Suarli, Senin (25/8/2025).

Yasin, warga RT 5 Dusun 5 yang telah lebih dari sepuluh tahun tinggal di tepi pantai, menceritakan sedikitnya sepuluh rumah di lingkungannya sudah terdampak. Sebagian terpaksa meninggalkan rumah mereka, ada yang mengontrak, ada pula yang menumpang di rumah keluarga.

“Biasanya masyarakat kecil baru mau pindah setelah abrasi benar-benar menimpa tempat tinggal mereka. Kalau tidak segera ditangani, dampaknya akan semakin berat bagi warga,” tutur Yasin.

Gambar Gravatar
Wartawan berita daerah yang konsisten mengikuti perkembangan isu regional, kebijakan pemerintah setempat, serta berbagai peristiwa penting di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *